Bab 30 Suami Sedang Mandi, Hehe
Sore harinya, Zhan Bo mendatangi Studio Shaoguang.
"Xia Xia, ada pria super tampan yang mencarimu!"
"Katakan saja aku tidak ada."
Mi Yao menoleh, "Sudah terlambat."
Dia tidak bisa menahannya!
Zhan Bo melenggang masuk ke dalam kantor dengan angkuh, "Kau berani-beraninya memblokirku!"
Begitu mendengar nada bicara yang mengintimidasi itu, Mi Yao pun tidak lagi tertarik dengan ketampanannya. Ia menunduk dan segera pergi meninggalkan kantor.
Bai Yunxia yang sedang merapikan pakaian pada manekin meliriknya sekilas dengan datar, "Kulitmu jadi gelap."
"Matahari di California terlalu terik." Zhan Bo memainkan kacamata hitamnya, lalu dengan gaya sembrono ia mengamati sekeliling studio Bai Yunxia.
Tempat kerja gadis ini pun terasa bersih dan wangi.
"Buka blokirku."
Cih.
Untuk apa?
Bai Yunxia bahkan tidak menatapnya, "Ini jam kerja, bisakah kau tidak mondar-mandir di depanku?"
"Sejak kapan aku mondar-mandir? Aku bahkan tidak bergerak sedikit pun." Zhan Bo duduk dengan santai di sofa berwarna krem, "Selama aku pergi, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Mo Yanzhou?"
"Cukup baik."
"Jawaban yang sangat umum itu menunjukkan bahwa kau belum berhasil mendapatkannya. Biar aku bantu buatkan pesta ulang tahun, nanti aku akan bantu masukkan obat ke minuman Mo Yanzhou supaya kau bisa menidurinya." Zhan Bo sangat ingin melihat ekspresi Mo Yanzhou setelah ditiduri.
Bai Yunxia terkejut. Apakah hal seperti itu pantas diucapkan?
Apakah dia dan Zhan Bo sudah sedekat itu untuk membicarakan topik yang begitu pribadi?
Sudut bibir Bai Yunxia berkedut, "Aku curiga kau punya kebiasaan buruk yang aneh. Jangan-jangan kau menyukai Mo Yanzhou?"
"Sial! Aku pria tulen, aku suka wanita, wanita yang lembut, halus, dan wangi." Zhan Bo tiba-tiba berdiri, "Di mana ponselmu!"
"Buat apa?"
"Buka blokirku!"
"Iya, iya, kau pulanglah dulu. Nanti setelah pekerjaanku selesai, aku akan membukanya."
Orang seperti Zhan Bo ini memang tidak bisa dihadapi sembarangan.
Sedikit sinting.
Zhan Bo mendengus sinis, jelas tidak percaya pada kata-kata Bai Yunxia.
Ia menemukan ponsel Bai Yunxia yang casing-nya terlihat mencolok. Ia tidak mengerti barang-barang perempuan, tapi benda itu cukup cocok untuk Bai Yunxia.
"Buka sekarang."
Memangnya ini apa? Dibilang buka lalu langsung buka.
Bai Yunxia dengan kesal mengoperasikan ponselnya sementara Zhan Bo menatap layar ponselnya.
"Lihat, layar ponselmu saja bukan foto Mo Yanzhou."
"Bukan urusanmu—"
Xia Xia yang lembut dan manis tidak bisa menahan ledakan emosinya.
Ia merasa kesal karena belum berhasil mendapatkan suaminya, ditambah lagi Zhan Bo terus mengoceh mengingatkannya akan kegagalan itu.
Zhan Bo dengan nakal mendekat, "Jangan marah, aku minta maaf. Aku akan membantumu mengejarnya!"
Bai Yunxia menampar wajah Zhan Bo.
Zhan Bo: "!!!"
Berani-beraninya dia memukulnya!!
Meskipun kekuatannya tidak terlalu besar, suara tamparan itu terdengar cukup nyaring.
Bai Yunxia mundur ke belakang, "Kau terlalu dekat, itu sedikit menggangguku."
Sejak kecil ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang, sehingga tidak pernah diizinkan berada di dekat pria lain secara intim.
Mo Yanzhou adalah yang pertama. Karena ia sudah menikah, pria lain seharusnya menjaga jarak.
Zhan Bo sangat marah sampai urat di dahinya menonjol, "Kau memukulku dan sekarang menceramahiku!"
"Aku hanya memukulmu."
Bai Yunxia mengambil gunting kain di atas meja, "Siapa suruh kau tidak tahu batasan."
"Kenapa? Kau mau menusukku dengan gunting? Silakan saja, aku bertaruh kau tidak akan berani." Zhan Bo melipat tangan di dada, menatapnya dengan angkuh dan sombong.
Di matanya tersirat senyum nakal yang jahil, sudut bibirnya terangkat, tampak jahat namun mempesona.
Bai Yunxia benar-benar tidak punya pengalaman menghadapi pria kaya yang nakal seperti ini. Ia memeluk guntingnya dengan sikap memelas, "Kau membuatku takut..."
Zhan Bo penuh dengan tanda tanya.
Permainan apa lagi ini?
"Kau yang memegang senjata tajam, seharusnya kau yang membuatku takut!"
"Tapi aku ini wanita lemah, tidak punya tenaga sedikit pun. Kau bisa saja merebutnya dariku dalam sekejap..." Mata bulat Bai Yunxia berkedip-kedip, "Bagaimana mungkin aku bisa melawanmu~"
"Kalau tidak bisa melawan, kenapa berani memancingku!"
Jelas-jelas pria ini yang memancingnya duluan, ia sama sekali tidak ingin meladeni orang gila.
Bai Yunxia hanya ingin Zhan Bo segera pergi, "Kau sangat galak~ kau membuatku takut lagi..."
"Sial!"
Zhan Bo mengepalkan tangannya, menatap mata Bai Yunxia yang polos dan lugu, amarah di hatinya pun lenyap separuhnya.
"Kalau ingin aku berhenti marah, biarkan aku yang mengurus pesta ulang tahunmu."
Bai Yunxia menggeleng pelan.
"Kenapa tidak setuju! Apa mungkin Mo Yanzhou yang akan membuatkan pesta ulang tahun untukmu? Aku tidak percaya dia punya waktu luang seperti itu."
"Sahabatku yang akan mengurusnya, mereka sedang mempersiapkannya. Jadi, tidak perlu merepotkanmu." Bai Yunxia tersenyum.
"Kirim lokasinya padaku, aku harus datang."
"Oh."
Nanti bohongi saja Zhan Bo.
Zhan Bo tiba-tiba menunjuknya. Jantung Bai Yunxia berdebar, apakah pria ini cukup cerdas untuk menebak bahwa ia ingin membohonginya?
Dia kan tidak punya kemampuan membaca pikiran.
"Ingin kado ulang tahun apa?"
Membuatnya kaget saja.
"Terserah, apa saja boleh." Bai Yunxia mana berani mengajukan permintaan.
Sekalipun mau, ia tidak akan memintanya pada Zhan Bo.
Bai Yunxia belum benar-benar tahu apa tujuan pria ini.
Zhan Bo mendecakkan lidah, "Kau terlalu mudah menyerah. Jangan memanjakan pria, kalau waktunya minta sesuatu, ya minta saja."
Bai Yunxia tersenyum tanpa kata.
Kau kan bukan suamiku, tentu saja aku tidak akan meminta apa pun.
Kalau itu Mo Yanzhou, ia pasti akan mengajukan permintaan kecil.
Setelah Zhan Bo pergi, Bai Yunxia mengatur pesan dari Zhan Bo ke dalam mode jangan ganggu.
Dengan begitu, ia tidak akan diganggu lagi olehnya.
Setelah pulang kerja, Bai Yunxia pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayahnya. Bai Yuqiu masih dalam masa pemulihan, namun suasana hatinya baik, sehingga kondisinya pun terlihat lebih segar.
"Jangan terlalu sering datang ke rumah sakit, cepatlah pulang."
Feng Jie merasa khawatir melihat Bai Yunxia yang akhir-akhir ini sering bolak-balik ke rumah sakit. Ia takut ada masalah dalam hubungan putrinya dengan Mo Yanzhou.
"Aku kan baru saja menikah, kalian sudah bosan padaku..." Bai Yunxia berpura-pura sedih, memanyunkan bibirnya dengan kesal, "Apakah anak perempuan yang sudah menikah sama seperti air yang tumpah? Kalian tidak sayang padaku lagi..."
"Sayang, kami sayang padamu!" Bai Yuqiu menjawab berkali-kali, "Kau adalah putri ayah dan ibu, bagaimana mungkin kami tidak sayang? Ibumu hanya khawatir dengan kondisi pernikahanmu."
"Tidak perlu khawatir, tidak ada pria yang tidak bisa ditaklukkan oleh Bai Yunxia!"
Bai Yunxia bersumpah dengan yakin di rumah sakit, namun saat tiba di rumah dan melihat wajah Mo Yanzhou yang dingin dan acuh tak acuh, ia hanya bisa menunduk sambil makan.
Pria itu terlalu membosankan.
Dia benar-benar tidak bicara saat makan.
Apakah bicara akan mengganggu selera makan?
Tidak.
Menurutnya, mengobrol justru akan membuat selera makan lebih baik.
Terlalu sunyi~
Bai Yunxia merasa sesak, saat kembali ke kamar untuk mandi, ia bernyanyi di kamar mandi.
Setelah mandi, tubuhnya terasa wangi dan segar, lalu ia mengetuk pintu kamar Mo Yanzhou.
Masalah kebersihan? Ia tidak takut, ia sudah bersih!
"Suamiku~"
"Apa kau sudah tidur?"
"Bolehkah istrimu yang manis ini masuk? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan."
Ada sedikit detail mengenai rencana memiliki anak yang ingin ia bicarakan.
Bai Yunxia mencoba memutar gagang pintu dengan ragu. Gagang pintu logam berwarna hitam itu terasa dingin. Ia membukanya sedikit, tidak melihat sosok Mo Yanzhou, tetapi ia mendengar suara gemericik air.
Mo Yanzhou sedang mandi!
Mo Yanzhou yang polos tanpa busana!
Kalau begitu, dia masuk saja~