Bab Dua Puluh Empat: Keluarga Sederhana
"Shen Yelin." Dia menatap gadis kecil di depannya dengan tatapan kosong.
Tanpa sadar, ia membiarkan dirinya terbawa oleh langkah gadis kecil itu. Senyuman yang tersungging di wajah gadis itu tampak begitu indah; ia seolah bisa melihat hamparan bintang di balik sepasang matanya yang bersinar ceria. Sejak saat itulah, Shen Yelin mendapati dirinya tidak bisa lagi mengalihkan pandangan dari gadis itu.
Perasaan itu seperti seseorang yang belum pernah merasakan cahaya dan kehangatan, tiba-tiba, pada suatu momen yang tak terduga, seberkas cahaya kecil menembus jurang gelap yang mengurungnya. Bagaimana mungkin ia bisa memalingkan pandangan?
Senyum di wajah Luo Xueyun semakin lebar. Ia menggenggam tangan Shen Yelin lebih erat, "Nama itu terdengar sangat bagus."
"Oh ya, karena kamu lebih tinggi dariku, bolehkah aku memanggilmu Kakak Shen?"
Shen Yelin mengangguk pelan, seolah apa pun yang diminta oleh gadis kecil di depannya, ia akan mengabulkannya.
Luo Xueyun melepaskan tangan Shen Yelin. Saat tangan mungil itu terlepas, jantung Shen Yelin berdegup kencang seolah cahaya dan kehangatan yang baru saja ia dapatkan akan segera lenyap. Ia secara naluriah ingin meraih kembali tangan gadis itu, namun ia justru disambut oleh sebuah pelukan erat.
Tubuh Shen Yelin menegang. Ia menunduk perlahan menatap gadis kecil yang memeluknya. Saat