Jilid Satu Bab 29 Chen Hao Pindah
Halaman 1 dari 3
Cen Xueqing, yang bersembunyi di samping, segera keluar dan berseru, “Xuan, tunggu sebentar.”
Cen Xuan menghentikan langkahnya dan ingin mendengar apa yang hendak dikatakan perempuan itu.
Melihat Cen Xueqing keluar, Kak Yang hanya bisa menggelengkan kepala dengan pasrah.
“Xuan, dengarkan Kakak. Kakak sungguh menyukai lagu ini. Juallah kepada Kakak. Kakak benar-benar tidak bermaksud apa-apa.”
Cen Xuan menatap perempuan itu dengan sorot mata penuh penghinaan.
“Kenapa? Nona Ketiga Cen mengira aku pengemis? Apa aku harus sampai mengandalkan belas kasihan keluarga Cen untuk bisa bertahan hidup? Sungguh menjijikkan menggunakan siasat semacam ini.”
“Utangku kepada keluarga Cen sudah kulunasi kemarin. Aku tidak ingin lagi berurusan dengan kalian. Sedangkan lagu ini, sekalipun harus membusuk, aku tetap tidak akan menjualnya kepadamu. Buang jauh-jauh harapan itu.”
Zhao Shuya, yang sejak tadi menonton, hanya bisa melongo karena tidak memahami apa yang sedang terjadi.
Ia menoleh kepada Cen Hao dan bertanya, “Siapa dia?”
Sebelum Cen Hao sempat menjawab, Cen Xuan sudah berkata, “Hmph, aku anak mantan pengasuh keluarga mereka. Sekarang aku sudah dipecat.”
Cen Xueqing buru-buru menyela, “Dia bukan anak pengasuh! Dia adik kandungku, adik kandung yang lahir dari ibu yang sama.”
Begitu kata-kata itu terlontar, semua orang tertegun.
Cen Xuan terkejut karena Cen Xueqing ternyata berani mengungkapkan hal itu di depan umum. Sementara itu, Cen Hao mengepalkan tinjunya erat-erat sambil mengumpat dalam hati, “Perempuan sialan ini! Sekarang dia mengungkapkan identitas pecundang itu. Lalu aku harus ditempatkan sebagai apa?”
Zhao Shuya menatap Cen Hao dengan penuh tanda tanya, menunggu penjelasan darinya.
Menyadari keadaan mulai memburuk, Cen Hao segera berkata, “Kakak Ketiga, apa yang sedang Kakak bicarakan? Apa Kakak sedang tidak enak badan? Kalau begitu, biar kuantar pulang dengan mobil agar Kakak bisa beristirahat.”
Cen Xueqing langsung membentaknya, “Kamulah yang tidak waras! Kamu hanya anak angkat keluarga kami. Dengan hak apa kamu mengatakan di luar sana bahwa adikku adalah anak pengasuh? Keluarga kami sudah memperlakukanmu dengan sangat baik. Apa lagi yang kamu inginkan?”
Zhao Shuya menunjukkan ekspresi seolah baru memahami semuanya. Ia termenung sejenak.
“Pantas saja. Semua orang di keluarga Cen berwajah tampan dan bertubuh tinggi. Bagaimana mungkin mereka bisa melahirkan makhluk aneh seperti Cen Hao?”
Cen Hao seketika kehilangan kata-kata. Namun, dalam hati, ia sudah mengutuk perempuan itu ribuan kali.
Halaman 2 dari 3
Sementara itu, Cen Xuan menatap Cen Hao yang begitu malu sampai-sampai jari-jari kakinya seakan hendak menggali lubang persembunyian, dan ia hampir tak kuasa menahan tawa.
Kemudian ia menoleh kepada Cen Xueqing dan berkata, “Nona Ketiga, jangan sembarangan mengakui orang sebagai kerabat. Adik kandungmu ada di sebelahmu. Lihat, wajahnya mirip sekali denganmu. Hahaha.”
“Aku pergi dulu. Tidak ingin mengganggu kalian kakak-beradik melepas rindu.”
Sambil berkata demikian, ia mengeluarkan dua ratus yuan dan meletakkannya di atas meja.
“Anggap saja kopi ini kutraktir. Kalau kurang, anggap saja kita patungan.”
Setelah itu, ia berbalik dan berjalan menuju pintu. Namun, baru beberapa langkah, Zhao Shuya sudah menghadang jalannya.
“Mas ganteng, boleh bertukar kontak?”
Cen Xuan hanya menjawab, “Bodoh.”
Ia memutari Zhao Shuya dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.
Zhao Shuya tertegun selama beberapa detik. Ia membuka mulut, “Kau, kau, kau…” Namun sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, sosok Cen Xuan sudah menghilang.
“Kak Yang, kita kembali ke hotel saja. Aku lelah.”
Sang manajer mengangguk. Mereka berdua bahkan tidak melirik Cen Hao dan yang lainnya sebelum meninggalkan kedai kopi.
Setelah Cen Xueqing dan yang lain pergi, Cen Hao segera berkata, “Shuya, jangan dengarkan omong kosong Kakak Ketiga. Orang itu memang anak pengasuh. Dulu dia diusir karena mencuri barang-barang dari rumah.”
“Oh… mencuri? Menurutku, dia tidak terlihat seperti pencuri.”
Cen Hao hendak menambahkan sesuatu, tetapi Zhao Shuya langsung memotongnya.
“Kau sebenarnya takut pada apa? Mengapa terus-menerus membicarakan dia? Anak seorang pengasuh saja seharusnya tidak sampai membuatmu setegang itu, bukan?”
“Aku bukan… Bukan begitu… Aku hanya tidak ingin kau salah paham. Bagaimanapun, status kita membuat kita tidak pantas bergaul dengan orang rendahan seperti itu. Benar, kan?”
Zhao Shuya menatap Cen Hao dengan ekspresi seolah berkata, “Kau kira aku sebodoh itu?” Lalu ia berkata, “Sudahlah, antar aku kembali ke hotel. Aku juga agak lelah.”
Cen Hao hanya bisa mengangguk. Setelah mengantar Zhao Shuya ke hotel, ia mengemudikan mobil kembali ke rumah keluarga Cen. Begitu masuk ke kamarnya, ia mulai membanting segala benda yang ada.
“Pecundang seperti Cen Xuan itu! Kenapa? Kenapa dia terus menghantuiku? Sialan, aku akan membunuhmu!”
Halaman 3 dari 3
“Dan perempuan sialan Cen Xueqing itu! Atas dasar apa? Aku sudah memperlakukanmu sebaik mungkin, tetapi kau malah mengatakan hal-hal seperti itu tentangku di luar sana. Perempuan terkutuk! Suatu hari nanti, aku akan membuatmu merangkak di bawah tubuhku dan akan menghancurkanmu sampai mati. Dewi macam apa kau itu!”
Setelah itu, ia tertawa terbahak-bahak. Tawanya begitu mengerikan sampai-sampai anjing pun ketakutan dan ayam-ayam menggelengkan kepala.
Setelah kembali ke hotel, Zhao Shuya menceritakan semua yang terjadi hari itu kepada pasangan suami istri Zhao Jun. Setelah mendengar ceritanya, Zhao Jun menelepon Cen Youde untuk menanyakan duduk perkara yang sebenarnya.
Cen Youde tahu dirinya tidak mungkin menyembunyikan hal itu. Ia juga tidak enak hati menutup-nutupinya dari rekan bisnis yang telah berjuang bersamanya sejak muda. Zhao Jun tahu bahwa Cen Youde memiliki seorang putra kandung dan Cen Hao adalah anak angkatnya. Namun, ia tidak tahu bahwa Cen Xuan telah ditemukan kembali sejak tiga tahun lalu.
Cen Youde menceritakan bahwa Cen Xuan telah memutuskan hubungan dengannya, tetapi tidak menjelaskan terlalu rinci. Ia hanya mengatakan bahwa anak itu masih muda dan terlalu pemberontak.
Ia juga berkata bahwa sebenarnya pada hari itu ia hendak memperkenalkan Cen Xuan kepada mereka, tetapi kemudian terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Setelah mendengar penjelasan itu, Zhao Jun akhirnya memahami duduk perkaranya. Rupanya ia telah salah menjodohkan orang. Dari cerita putrinya, tampaknya Zhao Shuya lebih menaruh perhatian kepada pria bernama Cen Xuan itu.
Sebagai orang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, Pak Tua Zhao tentu dapat melihat bahwa putrinya memiliki perasaan khusus terhadap Cen Xuan.
Mengenai Cen Hao, Zhao Jun hanya bisa membiarkannya berjalan sesuai keadaan. Kesan Zhao Jun terhadap Cen Hao sebenarnya cukup baik. Jika putrinya memilih Cen Hao, ia juga tidak akan keberatan. Bagaimanapun, anak angkat tetaplah seorang anak, dan keluarga Zhao tidak kekurangan uang.
Cen Xuan sama sekali tidak mengetahui semua itu. Setelah kembali ke panti asuhan, ia memaki nasib buruk karena kehilangan dua ratus yuan dengan sia-sia. Hatinya benar-benar terasa sakit.
Ternyata, bergaya sok hebat memang harus dibayar mahal.
Di ruang kerja Cen Youde, Cen Hao berdiri gemetar di satu sisi. Cen Youde mengangkat tangan dan langsung menamparnya.
“Untuk apa kau mencari gara-gara dengan binatang itu? Bahkan mendekati seorang perempuan saja kau tidak becus. Untuk apa aku membesarkanmu?”
“Bereskan barang-barangmu. Hari ini juga enyah dari rumah ini. Kalian semua benar-benar membawa sial.”
Cen Hao mengangguk berkali-kali. Ia meninggalkan ruang kerja, kembali ke kamarnya, lalu mulai mengemasi barang-barang sambil memaki.
“Tua bangka! Begitu aku tak lagi berguna, kau langsung menendangku keluar. Suatu hari nanti, akan kubuat kau menyesal. Cih!”