Bab Lima Puluh Enam: Gerakan yang Cerdik
“Squirtle! Serangan pistol air!” seru Ye Chen.
Squirtle membuka mulutnya, lalu semburan air pun meluncur deras, menyerang Mokmok dengan kecepatan tinggi.
“Mokmok, gunakan Bayangan Ganda!”
Selesaikan dengan cepat, jangan terjebak dalam irama Squirtle.
Mokmok melayang di udara dengan kekuatan pikirannya, lalu bergerak cepat, menciptakan bayangan-bayangan, kemudian mendarat di atas papan kayu.
Pistol air menghantam salah satu bayangan yang turun, membuatnya menghilang bersama semburan air itu.
Setelah itu, Mokmok dan bayangannya bersama-sama menyerbu ke arah Squirtle.
“Squirtle, gunakan Gelembung!” kata Ye Chen.
Menghadapi begitu banyak bayangan, jika tidak bisa membedakan mana yang asli, hancurkan saja semuanya!
Satu per satu gelembung ditembakkan oleh Squirtle, menyebar dan menyerang Mokmok yang berlari maju. Akibatnya, bayangan-bayangan Mokmok pun menghilang bersama gelembung-gelembung itu di udara.
“Sudah cukup, Mokmok, gunakan Daun Ajaib!” ujar Gu Mu.
Saat ini jarak antara Mokmok dan Squirtle sudah sangat dekat, Mokmok yang berdiri di atas papan kayu dengan cepat mengumpulkan energi rumput, membentuk lembaran-lembaran daun. Proses ini sangat singkat, sesaat kemudian, di hadapan Mokmok sudah penuh dengan daun-daun ajaib yang langsung melesat ke arah Squirtle.
“Squirtle, berputarlah! Tunjukkan pada mereka kekuatan kita!” seru Ye Chen dengan percaya diri.
“Apakah Ye Chen akan menggunakan jurus andalannya lagi? Mari kita lihat bagaimana Gu Mu akan mengatasinya,” suara komentator terdengar.
“Apa dia akan menggunakan jurus itu?” Gu Mu memperhatikan Squirtle di arena, berpikir sejenak.
“Ayo, Gu Mu, jangan sampai kalah!” teriak Deng Yi dari bawah panggung.
“Tenang saja, kakak kita sangat hebat, pasti tidak akan kalah,” kata Lin Cheng sambil tersenyum.
Dalam sorotan semua mata, benar saja, Squirtle mulai berputar dengan kecepatan tinggi di atas papan kayu, sambil berlindung di dalam cangkangnya dan menembakkan pistol air ke luar.
Inilah jurus andalan Ye Chen, memanfaatkan cangkang Squirtle yang keras dan licin untuk berputar terus-menerus di atas permukaan, lalu menambah kekuatan bertahan dengan masuk ke dalam cangkang, sehingga bisa menahan serangan lawan.
Bukan hanya itu, dia juga membuat Squirtle menembakkan pistol air ke sekeliling, sehingga dengan putaran cepat, serangan bisa diarahkan ke segala arah.
Terbukti, bahkan serangan Daun Ajaib yang sangat efektif tidak mampu menimbulkan luka berarti pada tubuh Squirtle, hanya seperti digigit nyamuk.
“Terimalah serangan ini!” teriak Ye Chen.
Melihat Squirtle berhasil menahan serangan Mokmok, ia merasa usahanya selama ini tidak sia-sia dan sangat bangga dengan kombinasi jurus mereka.
Semburan pistol air Squirtle dengan cepat mengarah ke Mokmok. Mokmok berdiri di atas papan kayu dengan penuh kewaspadaan, matanya menatap lurus ke depan, menunggu instruksi Gu Mu selanjutnya.
“Aku punya ide.”
Ia melihat banyak papan kayu mengapung di sekitar Mokmok.
Sudut bibir Gu Mu terangkat. Ia sudah menemukan caranya.
“Mokmok, gunakan telekinesis untuk mengendalikan papan kayu, jadikan perisai di depanmu!” teriak Gu Mu.
“Apa?” Ye Chen mendengar perintah itu dengan wajah tak percaya.
Tampak Mokmok segera membungkus papan kayu terdekat dengan kekuatan pikirannya, lalu mengangkatnya sebagai tameng di depan tubuhnya.
Semburan pistol air Squirtle pun tertahan oleh papan kayu tersebut, tak mampu menembus perlindungan Mokmok.
Ternyata bisa seperti itu?
Ye Chen menatap takjub ke arah arena, tidak menyangka Ralts bisa menahan jurus andalannya dengan cara seperti itu.
“Tak disangka, Gu Mu dengan cerdik memanfaatkan papan kayu di permukaan air untuk menahan serangan pistol air Squirtle. Pantas saja ia belum pernah kalah,” puji komentator.
Squirtle di arena masih terus berputar sambil menggunakan jurus pistol air, namun bagi Mokmok, serangan itu sudah tidak berarti apa-apa.
Mokmok cukup menahan papan kayu dengan telekinesis. Karena Gu Mu sudah sering melatihnya menggunakan kekuatan pikirannya, baik dalam jumlah maupun kekuatan, kini kemampuannya sudah sangat baik.
“Mokmok, gunakan telekinesis secara terus menerus ke permukaan air di belakangmu!” seru Gu Mu.
“Ralts!”
Mendengar perintah Gu Mu, Mokmok tanpa ragu menggunakan kekuatan pikirannya ke permukaan air di belakangnya, secara terus-menerus.
Sebuah pemandangan mengejutkan pun terjadi.
Mokmok berdiri di atas papan kayu, menggunakan telekinesis secara terus-menerus ke air di belakang, menyebabkan permukaan air terus beriak dan menyebar ke segala arah. Seperti sedang berselancar, Mokmok meluncur di atas papan kayu, bergerak cepat ke arah Squirtle.
“...?” Ye Chen sedikit bingung.
Bukankah ini seharusnya arena andalanku? Kenapa sekarang malah seperti wilayah kekuasaan Ralts?
Gu Mu tersenyum.
Semua ini berkat bimbingan Guru Cheng Hai. Saat latihan khusus di Hutan Keajaiban dulu, Guru Cheng Hai selalu mengajarkan mereka untuk tidak hanya belajar beradaptasi dengan medan, tapi juga memanfaatkannya.
Jika Guru Cheng Hai ada di sini, pasti ia akan bangga melihat hasil latihannya.
Ye Chen menatap ragu pada Squirtle di hadapannya.
Jurus berputar cepat sambil menembakkan pistol air sudah tidak berguna lagi. Jika terus dipertahankan, ia tak tahu bisa menahan berapa kali serangan lagi, karena jurus itu juga sangat menguras tenaga.
Tak dimakan, dibuang pun sayang. Itulah perasaan Ye Chen saat ini.
Tidak, tidak bisa terus seperti ini.
Melihat Mokmok semakin mendekati Squirtle, Ye Chen berteriak, “Squirtle, lompat ke dalam air!”
“Mokmok, serang dengan telekinesis!” Gu Mu langsung memberi perintah.
Ia sudah menduga Ye Chen tidak akan tinggal diam dan pasti mencari cara lain untuk menyerang. Begitu Ye Chen bergerak, ia langsung bertindak.
“Ralts!”
Papan kayu di depan Mokmok langsung terlempar, serangan telekinesis pun melesat ke arah Squirtle.
Di antara semua jurus Mokmok, telekinesis adalah yang tercepat. Dalam situasi seperti ini, hanya jurus itu yang bisa diandalkan agar tidak meleset.
Kesempatan dalam pertarungan hanya terjadi sekejap. Apakah bisa dimanfaatkan atau tidak, semua tergantung pada diri sendiri!
Benar saja, saat Squirtle berhenti berputar dan dalam keadaan pusing hendak masuk ke air, serangan telekinesis itu tepat mengenai kepalanya.
Ya, di kepalanya!
Bagi hampir semua Pokémon, kepala adalah titik lemah mutlak. Karena itulah, dalam pertarungan, mereka akan berusaha menghindari serangan yang mengarah ke kepala.
Namun, Squirtle yang baru saja berhenti berputar, koordinasi tubuhnya masih belum pulih. Ditambah lagi dengan bidikan tepat dari Mokmok, tidak heran jika serangan itu mengenai titik vital.
“Squirtle!” Ye Chen berteriak cemas.
Ia tidak menyangka reaksi Gu Mu bisa begitu cepat, dalam waktu sesingkat itu mampu mengenai Squirtle.
Cipratan air besar pun muncul. Squirtle terjatuh dan tenggelam ke dalam air. Setelah air tenang, terlihat Squirtle mengambang di permukaan dalam keadaan pingsan.
“Squirtle tidak mampu bertarung lagi, Ralts keluar sebagai pemenang!”
“Selamat kepada Gu Mu yang berhasil melaju ke empat besar!” ujar komentator.
“Prok! Prok! Prok!”
Tepuk tangan menggema dari bawah panggung, diikuti suara-suara kekaguman.
Terutama Lin Cheng yang bertepuk tangan dengan keras.
Lihat kan, aku sudah tahu kakakku pasti menang!