Bab 54: Perebutan Tubuh? Xiao Qi yang Berubah Warna
Di atas altar batu di tengah gua pelarut, sesosok bayangan anggun dengan lekuk tubuh yang memukau melayang di sana. Gaun panjang putih susunya tampak seringan awan.
Rambut panjang hitamnya terurai tertiup angin, wajahnya yang elok sepucih salju, alisnya melengkung, matanya cerah dan dalam, batang hidungnya mancung, dan sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman menawan.
"Semula aku hanya ingin membuatmu dan lelaki tua bangka itu saling menghancurkan hingga terluka parah. Tak disangka, kau benar-benar bisa membunuhnya. Hehehe..."
Ucapannya terhenti sejenak, lalu ia tak kuasa menutupi mulutnya dan terkikik geli. Setelah itu, ia melirik sekilas ke arah mayat He Zhengyue, dan sepasang matanya yang jernih memancarkan ekspresi jijik.
Kemudian, dengan lambaian tangan ringan, jasad He Zhengyue yang terbelah dua beserta noda darah di lantai lenyap seketika, tampaknya telah dipindahkan keluar olehnya.
Begitu sekelilingnya kembali bersih, ekspresinya tampak jauh lebih baik. Ia pun mengalihkan pandangannya kepada Yun Qingli dan melanjutkan, "Meskipun aku sangat penasaran mengapa kau bisa mengerahkan kekuatan langit dan bumi dengan begitu mudah, aku juga sangat mendambakan tubuhmu ini!"
Sambil berbicara, pandangannya menyapu tubuh Yun Qingli dari atas ke bawah. Matanya sarat akan kekaguman dan hasrat tersembunyi, namun pada akhirnya ia menggelengkan kepala dengan penuh penyesalan.
"Tetapi, kau terlalu berbahaya!"
Pandangannya beralih dari Yun Qingli ke arah Lin Xian'an dengan rasa enggan, sementara matanya tetap berbinar terang.
"Aku akan terpaksa menggunakan tubuh kekasih kecilmu ini saja. Lagipula, dia memiliki tubuh roh kembar unsur kayu dan angin, dan tingkat kultivasinya tampaknya cukup tinggi!"
Mendengar itu, seolah takut Yun Qingli akan bereaksi berlebihan, ia kembali menatap perempuan itu dengan ekspresi yang berubah menjadi genit dan menggoda.
"Namun, tenang saja, Kakak tidak pilih-pilih soal gender. Nanti... dia akan tetap menjadi kekasihmu, dan lagi..."
Ia berhenti sejenak, tersenyum malu-malu namun menggoda di balik tangannya, sebelum melanjutkan perkataannya.
"Lagipula, Kakak memiliki banyak keahlian, lho~"
Begitu suara itu mereda, Lin Xian'an yang sedang merangkul Yun Qingli tiba-tiba bergidik sekujur tubuh, seolah-olah baru saja mengalami sesuatu yang mengerikan.
Bayangan putih di atas altar batu itu masih ada, tetapi kali ini, suara tersebut terdengar langsung dari dalam tubuh Lin Xian'an.
"Cih, cih, cih, alangkah mudanya, alangkah sempurnanya tubuh ini!"
"Berkultivasi ganda dalam jalur spiritual dan bela diri, serta memiliki tubuh roh kembar unsur kayu dan angin. Sungguh bagaikan diciptakan khusus untuk Kakak..."
"Hehehe... Adik manis, jangan takut. Kakak paling-paling hanya akan memenjarakan kesadaranmu. Kelak, kau bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Kakak membantumu menjalani kehidupan yang luar biasa!"
"Musuh-musuhmu akan kuinjak-injak hingga menjadi debu satu per satu!"
"Keluarga dan sahabatmu akan kubantu menanjak tinggi menggapai kejayaan!"
Suaranya dipenuhi antusiasme, kebanggaan, dan nada merayu. Tepat ketika ia hendak meneruskan kalimat panjangnya, Lin Xian'an justru memotong dengan nada tenang, "Lalu, wanita-wanitaku juga akan kau urus dengan baik, begitu?"
Ketenangan Lin Xian'an membuat Muxin yang berada di dalam tubuhnya tertegun sejenak.
"Kau tidak takut padaku? Aku ini akan merampas... Ah, benar, merasuki! Aku ini akan merasuki tubuhmu, tahu!"
Menurut pandangannya, Lin Xian'an seharusnya merasa panik dan bingung. Namun, sikap yang begitu tenang ini justru membuatnya merasa heran dan tak menduga.
Lin Xian'an mengeluarkan suara "oh" ringan dan pura-pura terkejut. "Bukankah Kakak tadi bilang akan membantuku membalas dendam pada musuh-musuhku dan merawat keluargaku? Lantas, untuk apa aku harus takut?"
"Atau jangan-jangan, kau memang ingin aku merasa takut?"
Sambil berkata demikian, ia menyentuh dagunya dengan sebelah tangan seolah sedang berpikir. "Kalau begitu, perlukah aku pura-pura kooperatif denganmu?"
Sikapnya itu membuat Muxin diliputi kewaspadaan. "Semula aku berniat membiarkan kesadaranmu tetap ada, namun sepertinya bocah ini menyimpan keanehan. Kau tidak boleh dibiarkan hidup!"
Usai berucap demikian, tanpa buang-buang waktu lagi ia langsung menerobos masuk ke dalam kesadaran Lin Xian'an.
Namun, begitu ia masuk, ia menjerit "Ah!" dengan rasa ngeri yang luar biasa, lalu mulai berteriak histeris, "Ah... Benda terkutuk apa ini? Lepaskan aku! Ah... Jangan mendekat, jangan mendekat..."
Setelah berteriak beberapa saat, suaranya mulai melemah, seolah-olah seluruh tenaga dan jiwanya telah tersedot habis.
Seiring dengan itu, bayangan semu di atas altar batu pun serta-merta lenyap.
"Lepaskan aku, Adik kecil... Tidak, Tuan, aku bersumpah setia kepadaMu. Lepaskan aku, mohon, lepaskanlah aku..."
Suara Muxin kian lama kian kecil dan melemah, namun kepanikan di dalam suaranya sama sekali tidak berkurang.
Lin Xian'an tidak memberikan tanggapan. Setelah menunggu selama belasan menit, barulah sebuah bayangan cahaya berbentuk berlian muncul di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan Xiao Qi?
Hanya saja, pada saat ini Xiao Qi telah mengenakan "kulit baru". Warna hijau yang tadinya agak pudar kini telah berubah menjadi biru berkilau yang memukau!
Warna biru menandakan bahwa ia telah menyalakan cahaya bintang keenam, yaitu Xuanji, dan hanya tinggal selangkah lagi menuju bintang ketubuh, yaitu Tianzhu, untuk kembali ke puncak kejayaannya.
Kendati fungsi utamanya tetap sebagai pendukung, menyalakan satu lapisan cahaya lagi tetap memberikan peningkatan yang sangat besar bagi Lin Xian'an.
Kini, di antara pendar cahaya biru kehijauan yang menyelimuti tubuh Xiao Qi, tampak sesosok bayangan putih susu sedang berjuang dengan sia-sia. Dialah Muxin yang tadi berniat menguasai tubuh Lin Xian'an.
Namun, wujudnya saat ini tidak lagi tampak anggun dan memukau seperti bayangan di atas altar batu tadi, melainkan terlihat agak menggelikan.
Sebab, wujud aslinya kini menyerupai versi mini dari "gumpalan" monster putih susu yang memandu jalan sebelumnya.
Rupanya, sejak awal ia memang menyimpan niat tersembunyi!
"Tuan, selamatkan nyawaku. Muxin bersedia mengabdi padaMu!" seru gumpalan kecil itu tergesa-gesa memohon belas kasihan tatkala melihat Lin Xian'an.
Kendati demikian, melihat wujud aslinya, Lin Xian'an tidak dapat menahan diri untuk tidak mengerutkan kening karena merasa jijik.
Oleh karena itu, ia tidak langsung menjawab perkataan Muxin, melainkan bertanya kepada Xiao Qi, "Xiao Qi, apakah kau punya cara untuk mengendalikan ruang ini?"
Meskipun ia tidak tahu bagaimana ruang ini bisa tercipta, bagi Lin Xian'an, tempat ini merupakan kantong penyimpanan yang sangat langka. Jika ia bisa menguasainya, hal itu akan sangat membantu perencanaannya di masa depan!
Walaupun Xiao Qi memiliki tas inventaris permainan bawaan, ada banyak benda yang tidak dapat dimasukkan ke dalamnya.
Mendengar pertanyaan itu, sebelum Xiao Qi sempat bersuara, Muxin buru-buru menyahut, "Tuan, aku bisa mengendalikannya! Aku bisa mengendalikannya! Ampuni aku, aku... ah..."
Namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, ia sudah mendapat "pelajaran" dari Xiao Qi dan langsung mengeluarkan jeritan mengenaskan.
"Tuan, Qi-Qi bisa mengendalikannya! Selama kita memurnikan tubuh rohnya, itu sama saja dengan memegang kunci ruang ini. Kapan pun Tuan ingin masuk di masa depan, Tuan bisa masuk sesuka hati!"
Xiao Qi mondar-mandir di hadapan Lin Xian'an sambil memamerkan kemampuannya, suaranya dipenuhi rasa percaya diri yang meluap-luap!
Mendengar jawaban Xiao Qi, Lin Xian'an merasa lega. Ia tidak lagi memedulikan rupa Muxin yang membuat mual itu dan langsung mengangguk. "Kalau begitu, Xiao Qi, murnikanlah dia!"
Sebagai batu pendamping, meskipun belum berada di kondisi puncaknya, ia tetaplah musuh alami bagi segala wujud jiwa. Beraninya makhluk ini mengincar tubuhnya, benar-benar peribahasa yang pas: mencuri sesajen di meja Yama—mencari mati!
Tentu saja, perempuan itu bukan tanpa kegunaan sama sekali. Setidaknya ia telah membantu Xiao Qi menyalakan cahaya bintang keenam, sekaligus memberinya ruang seluas ini!
Kendati demikian, sekarang setelah seluruh manfaatnya telah diperas, tidak ada lagi alasan untuk membiarkannya hidup.
"Ah, kau tidak akan berumur pan... ah..."
Muxin hendak melontarkan sumpah serapah, namun belum sempat ia merampas kata-katanya, makian itu berubah menjadi pekikan kesakitan yang teramat sangat!
Wus!
Dengan penuh pengertian, Xiao Qi membawanya ke tempat lain untuk melakukan pemurnian agar jeritan makhluk itu tidak mencemari telinga tuannya.
Ktak!
Tepat setelah Xiao Qi terbang menjauh, terdengar suara retakan yang renyah dari arah altar batu di tengah.
Lin Xian'an menoleh dan mendapati celah retakan yang tiba-tiba terbuka di tengah altar batu tersebut. Tak lama kemudian, sebuah altar batu kuno yang berukuran beberapa kali lebih kecil perlahan naik dari celah itu, dan di atas altar tersebut, terbentang rapi selembar perkamen kekuningan!