Bab 144: Menguasai Dunia Mohon Berlangganan
"Hai semuanya, selamat pagi!"
Ye Qiu berdiri di tengah panggung dan menyapa para penonton dengan penuh semangat.
Pada saat ini, para penonton di bawah tentu saja menyadari bahwa orang di atas panggung ini adalah Yi Ye Zhi Qiu, tetapi mereka benar-benar sangat mengagumi kemampuan tata rias Ye Qiu sebagai *cosplayer*!
Ini benar-benar reka ulang tingkat dewa yang lain!
Seorang Kesatria yang sempurna, Raja Kesatria yang sempurna! Penguasa yang sempurna.
"Ah! Baginda Raja!!!"
"Baginda Raja, *Daulat Tuan*!"
"Baginda Raja! Ya ampun, Baginda Raja!"
"Baginda Raja, aku mencintaimu! Kamu sangat tampan!" teriak seorang penonton perempuan.
"Baginda Raja, aku akan menjadi bawahanmu yang paling setia."
"Baginda Raja memancarkan wibawa yang luar biasa!"
Para penonton di bawah memandangi rupa Ye Qiu dan langsung berteriak histeris.
Di atas panggung, Artoria yang diperankan oleh Ye Qiu tampak dengan helai rambut *ahoge* berwarna keemasan yang berkibar ditiup angin, tersenyum menatap ke arah penonton.
Melihat begitu banyak penggemar yang mendukungnya di bawah sana, Ye Qiu merasa cukup senang. Meskipun ia tahu dari siaran langsung bahwa ada banyak orang yang mendukung dan menyukainya, melihat para penggemar ini menunjukkan kecintaan mereka secara langsung di hadapannya memberikan pengalaman yang berbeda, dan rasanya begitu menyentuh.
Mengenai alasan mengapa Ye Qiu memilih untuk menjadi *cosplayer* Artoria, selain karena ia langsung jatuh hati pada pandangan pertama saat membeli kostum *cosplay* di internet, dan selain karena Artoria juga berdadatar—alasan lainnya adalah karena sang Baginda Raja benar-benar sangat tampan!
"Kalau begitu! Mari kita mulai perjamuan kita secara resmi!" Ye Qiu menggenggam pedang kesatrianya dengan kedua tangan, menunjuk ke depan, dan berkata dengan penuh wibawa.
Kemudian ia memberikan gestur oke kepada pembawa acara.
Musik pengiring pun mulai mengalun!
Mengikuti irama pengiring berupa suara gagak yang melengking pilu, derap kaki kuda, tangisan serigala, serta suara pertempuran antara dua pasukan, Ye Qiu membacakan monolog dengan penuh wibawa:
"Sepuluh tahun, bagaikan mimpi buruk,
Aku terus menantikan hari di mana aku terbangun.
Saat aku kembali, jika benteng menghalangiku, akan aku ratakan benteng itu.
Jika pejabat menghalangiku, akan aku habisi pejabat itu!"
Diiringi suara tebasan pedang yang merenggut nyawa, narasi pun berakhir.
Seketika itu juga, musik pengiring berubah menjadi irama yang membakar semangat.
Di bawah derap kaki kuda gunung dan lautan,
Tangan menangkup awan dan hujan, melenyapkan pasir kuning,
Sarjana berjubah putih, meratapi bunga-bunga romantis.
Api berkobar menguburkan ibu kota,
Tanah kelahiran dan pegunungan hijau saling menatap nanar,
Mimpi sepuluh tahun lamanya, cinta dan kebencian menghancurkan pagoda suci.
"Ya ampun! Sialan! Lagu yang benar-benar membakar semangat..."
"Baginda Raja, luar biasa berwibawa!!!"
"Baginda Raja, aku akan memimpin pasukan untuk maju berperang demi dirimu."
"Aku bersumpah setia kepada Baginda Raja hingga titik darah penghabisan!"
"Baginda Raja berkuasa atas dunia!"
"Baginda Raja, aku kini sepenuhnya adalah milikmu, tunjukkan ke mana pun aku harus menyerang!"
"Baginda Raja, semoga Baginda hidup seribu tahun!"
"Baginda Raja tak terkalahkan di dunia!"
"Baginda Raja begitu indah bagaikan lukisan!"
Singkirkan penena masalalu,
Ribuan pasukan mengenakan jubah perangku.
Negara dan takhta, kebangkitan dan kejatuhan bermula dariku.
Warna pembantaian mengambang di bejana dingin,
Sehelai kipas lipat menyimpan begitu banyak kebencian,
Masih bersandar dalam mimpi Nanke, orang terkasih tampak seperti saat pertama kali berpisah.
Benar, lagu yang dibawakan oleh Ye Qiu adalah sebuah lagu yang sangat berwibawa berjudul *Jun Lin Tian Xia* (Penguasa Dunia).
Ini adalah lagu asli berbahasa Mandarin beraliran *vocaloid* karya *up_uploader* Bilibili bernama Wang Chao di kehidupan sebelumnya, yang dinyanyikan oleh Luo Tianyi, dipadu dengan paduan suara narasi dari Wang Chao sebagai sebuah karya musik klasik gaya kuno.
*Jun Lin Tian Xia* bisa dikatakan sebagai salah satu lagu gaya kuno favorit Ye Qiu, hanya saja versi nyanyian Luo Tianyi kurang mampu mengeluarkan wibawa yang kuat dari lagu tersebut, sehingga Ye Qiu selalu merasa ada yang kurang sempurna.
Adapun versi *cover* dari penyanyi lain, mungkin dari segi wibawa sedikit lebih baik daripada Luo Tianyi, namun tetap belum mencapai efek yang diinginkan oleh Ye Qiu.
Rasa kebencian selama sepuluh tahun, memimpin seratus ribu pasukan berkuda untuk meratakan gerbang kota, dan merebut kembali ibu kota kerajaan.
Para pejabat sipil dan militer berdiri berdampingan sambil gemetar ketakutan, sang kaisar duduk di tengah dengan wajah pucat pasi, kedua kakinya lemas tak berdaya seolah patah terjerembap di atas tanah.
Serta kenyataan bahwa meskipun telah menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menguasai dunia, bagaimana mungkin ia bisa menemukan kembali orang yang ada di dalam hatinya?
Sekarang, Ye Qiu menyanyikannya sendiri. Mengandalkan bakat fisik dunia ini yang begitu sempurna, Ye Qiu berhasil menyanyikannya dengan hampir sempurna!
Ia berhasil menyanyikan apa yang ia pikirkan dan apa yang ingin ia sampaikan!
Wibawa itu ada! Serta rasa kebingungan yang mendalam...
Saat itu menggunakan tinta sebagai debu,
Saat ini genderang perang dan kobaran api menggetarkan bintang-bintang.
Tiga kaki pedang biru telah merenggut nyawa berapa banyak jiwa yang tak kunjung pulang?
Burung gagak yang mati enggan melintasi kolam yang dingin karena takut padaku,
Jubah merah tua berpadu dengan debu salju,
Menukar kemasyhuran untuk mengenakan mahkota penguasa dunia.
Setelah menyelesaikan lagu tersebut, Ye Qiu bahkan sempat tertegun sejenak, karena ia sangat menyukai lagu ini dan benar-benar telah memasukkan dirinya ke dalam karakter tersebut!
"Baginda Raja! Baginda Raja!"
"Baginda Raja, penguasa dunia!"
"Baginda Raja! Penguasa dunia!"
"Penguasa dunia!"
Saat Ye Qiu masih tertegun, para penonton di bawah panggung berteriak dengan liar.
Mendengar suara dari bawah panggung, Ye Qiu sadar kembali dan menatap ke arah penonton.
Tiba-tiba ia mengucapkan sebuah kalimat bernada kekanak-kanakan secara spontan:
"Seluruh dunia ini adalah milikku!"
Setelah mengucapkannya, Ye Qiu baru merasa sangat malu! Bagaimana bisa ia mengucapkan kata-kata kekanak-kanakan seperti itu di hadapan begitu banyak orang.
Namun, yang tidak disangka oleh Ye Qiu adalah, setelah ia selesai berbicara, para penonton di bawah justru semakin histeris! Semakin bersemangat!
"Baginda Raja, semoga Baginda hidup seribu tahun!"
"Baginda Raja, panjang umur!"
"Baginda Raja, penguasa dunia, menyatukan seluruh penjuru!"
"Yang Mulia Baginda Raja, kami Dua Belas Kesatria Meja Bundar akan meratakan dunia demi Baginda!"
"Pedang kami akan menebas semua musuh di hadapan Baginda Raja!"
Mendengar suara dari bawah panggung, Ye Qiu akhirnya merasa lega! Ternyata bukan hanya dirinya saja yang berjiwa kekanak-kanakan...
Setelah selesai bernyanyi, Ye Qiu bersiap untuk turun panggung, bagaimanapun juga masih ada *uploader* lain yang akan tampil setelahnya.
"Terima kasih atas kecintaan kalian! Terima kasih atas dukungan kalian, perjamuan kita cukup sampai di sini." Setelah berkata demikian, Ye Qiu bersiap meninggalkan panggung.
Namun mendengar ucapan Ye Qiu tersebut, para penggemar di bawah langsung tidak terima!
Hanya satu lagu, hanya beberapa menit, bagaimana mungkin itu sudah cukup!
"Baginda Raja, sekali lagi!"
"Nyanyikan satu lagi, sekarang aku hanya bisa mendengarkan lagu-lagumu! Yang lain aku tidak suka."
"Baginda Raja, kami datang jauh-jauh demi kamu, kalau kamu langsung pergi, kami juga akan langsung meninggalkan acara pameran anime ini lho!"
"Betul sekali! Kami sangat mendesak Baginda Raja untuk menyanyikan satu lagu lagi."
"Eh, begini! Semuanya harap tenang, pameran anime ini memiliki susunan acara, masih ada banyak *uploader* hebat di belakangku, kalian bisa mendengarkan dan melihat penampilan mereka. Tugasku sudah selesai!" kata Ye Qiu buru-buru.
"Kami tidak mau, kami hanya ingin penampilan dari Zhi Qiu *baobei* saja!"
"Benar! Nyanyikan satu lagi! Lagu terakhir."
"Kalian membuatku serba salah seperti ini! Aku berharap para penggemar sekalian bisa bersikap rasional," kata Ye Qiu tanpa berdaya.
Mendengar perkataan Ye Qiu tersebut, para penggemar di bawah akhirnya dengan enggan berhenti mempersulit Ye Qiu.
Meskipun masih ada beberapa orang yang sama sekali tidak mempedulikan perkataan Ye Qiu dan terus-menerus meminta agar ia menyanyikan satu lagu lagi.
Ye Qiu memilih untuk tidak mempedulikan mereka lagi.
Begitu Ye Qiu baru saja turun dari panggung, tiba-tiba seorang gadis kecil menerobos dari tengah kerumunan dan berlari menghampiri Ye Qiu.
Para petugas keamanan Bilibili bahkan tidak sempat menghentikannya.
Gadis kecil itu tiba di hadapan Ye Qiu dan berkata dengan napas tersengal-sengal: "Zhi Qiu *baobei*, aku menyukaimu! Meskipun aku tahu kamu adalah seorang perempuan, aku tetap menyukaimu.
Terlebih lagi, perempuan juga bisa bersama dengan perempuan, jadi aku akan terus menyukaimu."
"Eh..." Mendengar ucapannya, Ye Qiu seketika tidak tahu harus berkata apa!