Bab 159 Sisi yang Tak Boleh Disentuh

Kembali ke Tahun 2001 Wu Yanzu dari Shanxi 3776kata 2026-03-30 07:48:11

Semua orang menoleh dan membuka jalan, menampilkan seorang pria berusia lima puluhan di hadapan Lu You. Tubuhnya cukup tegap, tatapannya tajam seperti kilat, dan saat ini wajahnya dipenuhi amarah yang membara hingga alisnya terangkat.

"Tuan He sudah datang."

"Datang pun lalu apa? Anaknya sudah dipukuli hingga babak belur."

"Pemuda ini memiliki tempramen yang sangat bekobar, sepertinya dia juga bukan orang yang mudah dihadapi."

Beberapa orang memasang ekspresi mengejek, bersiap untuk menonton pertunjukan. Dalam perjamuan besar seperti ini, pasti selalu ada saja masalah yang terjadi; entah karena mabuk, emosi di dalam dada yang tak tertahankan lalu berujung berkelahi, atau karena gesekan dalam bisnis yang berujung makian setelah minum.

Namun hari ini, bahkan sebelum sempat minum, pertunjukan sudah dimulai.

Dalam jamuan bisnis akhir tahun, kejadian semacam ini telah menjadi tradisi wajib. Sekarang, pertunjukan bagus itu dimulai lebih awal.

Er Tiao telah sadar, kepalanya berlumuran darah. Sudah sekian lama ia mengikuti Tuan Muda He, dan ini adalah pertama kalinya ia menemui seseorang yang berani bertindak kasar dalam situasi seperti ini. Sungguh seperti preman jalanan yang masuk ke tempat kelas atas, benar-benar gaya seorang berandalan.

Ia merangkak bangun dari lantai, lalu merengek dengan wajah memelas, "Tuan He, tolong saya! Dia mau membunuh saya!"

"Enyahlah kamu ke sana." Tuan He memasang wajah muram dengan mantel wol tersampir di bahunya. Tatapannya suram, sekilas memindai putranya sendiri, lalu mendarat pada Lu You. Dengan suara berat ia berkata, "Kamu menyuruhnya berlutut dan meminta maaf? Meskipun putraku ini agak kurang ajar, tapi tindakanmu ini terlalu arogan. Memukuli orang hingga seperti ini, anak dari keluarga manakah kamu?"

Tuan He sangat berpengalaman. Di tempat seperti ini, ada berbagai macam orang. Jikalau sampai menyinggung orang yang tidak seharusnya, itu tentu tidak baik, jadi ia ingin menjajaki latar belakangnya terlebih dahulu.

"Aku bukan anak dari siapa pun, aku datang sendiri hari ini. Anakmu berulah seperti preman di sini, apa tidak pantas untuk memberinya pelajaran?" ucap Lu You dengan suara berat.

Jiang Siya, melihat masalah yang meruncing sebesar ini, sangat khawatir hal itu akan mendatangkan masalah bagi Lu You. Ia ingin membujuknya agar menyudahi saja karena kondisinya sudah babak belur seperti itu.

Semua orang mengira pemuda itu adalah salah satu anak orang kaya yang begitu angkuh. Namun setelah mendengar perkataannya, ternyata ia hanyalah seorang pemuda biasa, yang kemungkinan besar membawa pacarnya untuk mencari pengalaman. Tatapan yang mereka arahkan kepada Lu You dipenuhi sedikit rasa kasihan.

Tuan He mendengus ringan, ekspresinya menjadi semakin kejam, lalu berkata dengan suara berat, "Kalau begitu, di sana ada pisau makan, tusuk dirimu sendiri sekali, lalu enyahlah dari sini."

"Hah?" Lu You melirik ke arah bawah, menatap He Miao yang kedua pipinya telah membengkak, lalu berkata, "Anakmu yang bertingkah seperti preman, tapi kamu malah menyuruhku menusuk dirimu sendiri? Kamu pasti sudah salah minum obat, ya? Masalah hari ini, bahkan jika dibawa sampai ke ujung dunia pun, giliranku untuk meminta maaf tidak akan pernah ada. Kamu gagal mendidik anak, kamulah yang seharusnya meminta maaf. Aku memberimu waktu lima detik."

Melihat Lu You begitu arogan, orang-orang seketika merasa kulit kepala mereka mati rasa.

Ia memberi waktu lima detik kepada He Miao, dan setelah waktu itu habis, He Miao langsung dipukuli hingga babak belur seperti anjing mati. Jangan-jangan setelah menghajar sang anak, ia juga akan menghajar sang ayah?

Siapa pun yang datang ke tempat seperti ini tidak membawa pengawal. Jika benar-benar terjadi perkelahian, mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Lu You bertubuh tinggi besar dan masih muda, jika benar-benar berkelahi, Tuan He belum tentu bisa menang.

Di sekeliling, ada beberapa penonton yang suka ikut campur berbisik, "Hajar dia!"

Konon, penonton tidak pernah takut melihat keramaian menjadi semakin besar. Di antara orang-orang itu, sudah ada yang sejak lama merasa kesal pada Tuan He. Sembunyi di tengah kerumunan, ia berseru, "Anak muda, jangan ciut, hajar saja dia!"

"Betul itu, bahkan jika melapor polisi, pihak berwenang tidak akan bisa datang secepat itu ke tempat seperti ini."

"Tenang saja, petugas keamanan belum datang."

Di tengah sorak-sorai yang diiringi beberapa gelak tawa, atmosfer di tengah kerumunan itu terasa sangat meriah. Bahkan beberapa orang mulai bertaruh.

"Tuan Wang, bagaimana kalau pemuda ini menamparnya, lalu kontrak kita berdua diperpanjang selama satu tahun?"

"Bukan masalah. Jika dia tidak berani memukul, kontrak baru harus memberikan potongan keuntungan."

"Tuan Feng, mari bertaruh pada pemuda ini. Jika dia berani bertindak, kita berdua bekerja sama."

"Ha-ha-ha, tidak masalah."

........

Tatapan Lu You berubah suram, lalu ia mulai menghitung, "Lima, empat, tiga, dua."

Tuan He tidak ingin bertindak sendiri demi menjaga gengsi dan menghindari menjadi bahan tertawaan orang lain. Dengan suara dingin, ia memerintahkan orang di sekitarnya, "Panggil keamanan!"

"Satu!"

Begitu suara Lu You jatuh, ia langsung melesat maju.

Tuan He tentu bukan orang yang hanya akan diam menunggu untuk dipukul. Terlebih lagi, tubuhnya tegap dan tidak kalah dari Lu You. Ia mengangkat tangannya dan mencoba menampar wajah Lu You.

Lu You mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangan Tuan He dengan kekuatan yang luar biasa. Ia menekan tangan itu ke bawah, lalu mengangkat kakinya dan melayangkan sebuah tendangan langsung yang membuat Tuan He terjungkal tak berdaya, menerima pukulan sebelah pihak.

"Anak muda, petugas keamanan sudah datang."

"Ha-ha-ha, pukulan yang bagus!"

"Keamanan datang, lari!"

Suara keributan terus bersahutan. Tujuh hingga delapan petugas keamanan yang bertubuh sigap dan merupakan mantan tentara berlari mendekat, berniat untuk segera melumpuhkan Lu You.

Melihat hal ini, semua orang tahu bahwa drama konyol ini sudah berakhir.

Pemuda ini juga benar-benar sudah habis. Urusan berkelahi memang ayah dan anak keluarga He itu bukan tandingannya, tetapi uang adalah pisau pembunuh, dan kekuasaan adalah guillotine. Begitu diserahkan ke kantor polisi, pemuda ini pasti akan menderita.

Banyak orang menatap Lu You dengan sedikit rasa kasihan. Impulsivitas adalah iblis!

Dia masih terlalu muda.

Tatapan mereka dipenuhi sedikit cikecikan; orang-orang dari kelas bawah selamanya hanya tahu cara mengandalkan kepalan tangan, alih-alih otak mereka.

"Sedang apa kalian?" sebuah bentakan keras terdengar. Bai Kelong menerobos kerumunan dan berteriak, "Jangan berani-berani menyentuh bos kami!"

Petugas keamanan yang baru saja hendak bergerak seketika menghentikan langkah begitu mendengar kata "bos". Orang-orang yang berada di sini semuanya adalah orang kaya dan berkuasa. Mereka sempat mendengar kabar bahwa ada penyusup yang masuk dan mengancam keamanan internal, jadi jika bos-bos bertengkar, itu bukanlah urusan mereka.

Mendengar kata-kata itu, hati orang-orang terkejut. Pemuda ini ternyata adalah seorang bos?

Ayah dan anak keluarga He juga terpaku. Mereka tidak menyangka pemuda itu memiliki sedikit kekuasaan, lalu mendongak untuk melihat.

Ketika mereka melihat bahwa itu adalah Tuan Bai dari Ponsel Youzu, mata mereka terbelalak lebar. Pandangan mereka serentak beralih kepada Lu You dengan hanya satu jawaban di dalam benak mereka.

Yaitu, dialah bos di balik layar Youzu?

Suasana di lokasi seketika menjadi gempar. Bukankah ini terlalu sulit untuk dipercaya?

Pemuda ini adalah bos Youzu?

"Celaka, Huifeng Electronics sepertinya adalah pemasok papan induk untuk ponsel Youzu, bukan?"

"Kedua belah pihak memiliki kerja sama. Baru saja di atas, Tuan He bahkan masih mengobrol dengan Tuan Bai."

Bai Kelong bergegas maju, diikuti oleh Shi Hao di belakangnya. Begitu tiba di sisi Lu You, ia bertanya, "Kamu tidak apa-apa? Tidak terluka, kan?"

"Luka apa? Dia satu-satunya yang memukuli orang."

"Betul sekali!"

"Bos Youzu ini terlalu muda, ya?"

"Dan juga terlalu mendominasi."

Bai Kelong menoleh untuk menatap Tuan He, lalu berkata dengan suara berat, "Bagaimana bisa sampai berkelahi?"

Tuan He berdiri dan menepuk-nepuk pakaiannya. Jika itu hanya preman biasa, ia punya seribu cara untuk mengirimnya ke kantor polisi. Namun, dipukuli oleh seorang bos besar, hal ini dikhawatirkan akan menjadi lelucon di dunia bisnis.

Wajahnya semakin terlihat buruk. Dengan suara dingin ia berkata, "Tuan Lu, benar begitu? Pertemuan pertama kita, saya benar-benar sudah merasakannya. Masalah hari ini, setelah memukuli saya dan putra saya, bagaimana penyelesaiannya? Saya ingin kamu sekarang membungkuk dan meminta maaf, serta membayar ganti rugi atas kerugian kami berdua sebesar seratus juta. Jika tidak, saya akan melapor ke polisi dan menyewa pengacara untuk mendakwamu atas tuduhan penganiayaan sengaja."

"Kenapa Tuan He masih saja arogan?"

"Kamu bodoh, ya? Kalau dipukuli preman kecil, paling-paling hanya dikirim ke kantor polisi, siapa yang mau peduli pada preman rendahan? Tapi kalau dipukuli oleh seorang bos, bagaimana dia bisa terus berkecimpung di dunia bisnis?"

"Bukankah dia memiliki kerja sama dengan Youzu?"

"Sudah separah ini, kerja sama itu tidak ada artinya lagi. Huifeng toh bukan hanya bekerja sama dengan Youzu saja, paling-paling pesanan ini dibatalkan."

"Kali ini masalahnya benar-benar sudah menjadi besar."

"Ada apa ini?" seseorang bersuara dari luar kerumunan. Karena begitu banyak orang yang berkerumun di sini, perhatian seluruh ruangan telah tertarik.

Semua orang menoleh dan melihat Tuan Hu dari Yuanrong Financial sedang berjalan mendekat. Sebagai tuan rumah, Tuan Hu adalah sosok yang sangat disegani. Orang-orang buru-buru membuka jalan; tokoh besar telah tiba.

"Tuan Hu, telah terjadi perkelahian."

Lu You melihat seorang pria berusia lebih dari enam puluh tahun berjalan masuk. Tingginya sekitar seratus tujuh puluh sentimeter, tampak sangat bersemangat, namun berdiri di sana dengan ekspresi tidak menyenangkan.

"Tuan Hu, saya datang untuk menghadiri perjamuan ini, tetapi saya dan anak saya malah dipukuli." Tuan He langsung mengadu. Bagaimanapun, ia memiliki sedikit hubungan pertemanan dengan Tuan Hu.

Ketujuh atau delapan petugas keamanan memandang ke arah Hu Haifeng, sepenuhnya mendengarkan perintahnya. Siapa pun yang disuruh untuk ditangkap olehnya, itulah yang akan mereka tangkap.

"Membuat keributan dan memukuli orang di perjamuanku?" Hu Haifeng menatap Lu You dengan ekspresi tidak senang.

"Tuan Hu, langsung menuduhku sebagai pelaku penganiayaan begitu datang, bukankah tindakanmu itu terlalu tidak adil dan buta?" Lu You menatap Hu Haifeng dan berkata, "Anaknya lah yang berulah dan bertindak sebagai preman terlebih dahulu. Memukulinya sudah merupakan bentuk keringanan."

Mendengar Lu You berbicara tanpa rasa sungkan sedikit pun saat ini, semua orang merasa terkejut. Meskipun Youzu sedang bersinar belakangan ini, bukankah pemuda ini bersikap terlalu arogan?

Hu Haifeng memang sudah merasa tidak puas terhadap Lu You sejak awal. Ia adalah pebisnis dari generasi lama yang memiliki hubungan cukup baik dengan Shao Gang bertahun-tahun lalu, dan keduanya telah saling kenal selama bertahun-tahun. Beberapa waktu lalu, Shao Gang bahkan meneleponnya dan mengatakan bahwa jika ada kesempatan, ia bisa membantunya memberikan pelajaran kepada pemuda ini.

Sekarang, bukankah ini adalah kesempatan yang tepat?

"Memukuli orang adalah tindakan melanggar hukum." Suara Hu Haifeng terdengar lambat, namun tegas dan berbobot. Ia mengangkat kelopak matanya dengan secercah kekejaman, "Membuat keributan dan memukuli orang di perjamuanku? Itu sama saja dengan tidak menghargaiku."

"Menghargaimu?" Lu You tertawa dan berkata, "Kamu sama sekali tidak punya harga diri di mataku. Aku datang hari ini semata-mata untuk menghargaimu."

Semua orang terperangah. Sikap ini sungguh terlalu angkuh!

Wajah Tuan He dipenuhi kegembiraan; pemuda ini benar-benar sedang mencari kematiannya sendiri.

Lu You menoleh untuk melihat He Miao yang sedang merangkak perlahan ke samping, lalu mengulurkan tangan dan mencengkeram kerahnya seperti menyeret seekor anjing mati. He Miao merasa ketakutan; orang ini benar-benar seorang pria gila. Ia berteriak, "Ayah, Ayah!"

"Lu You, apa yang ingin kamu lakukan?" Tuan He membentak dengan wajah muram. "Aku memperingatkanmu, jika hari ini kamu berani berbuat sembrono lagi, sepuluh perusahaan Youzu milikmu pun akan hancur."

Lu You menoleh untuk menatap Jiang Siya dan bertanya, "Tangan yang mana?"

"Sudahlah! Sudahlah!" Jiang Siya memohon dengan nada memelas. Masalah yang dibesarkan sejauh ini sama sekali tidak akan mendatangkan keuntungan apa pun baginya. "Dia sudah dipukuli, sudahi saja. Kita menghadapi hal seperti ini, jangan sampai dirimu ikut terseret ke dalam kehancuran."

"Kalau begitu, berarti kedua tangannya." Lu You berkata dengan suara dingin.

Semua orang menahan napas, tidak percaya. Demi seorang wanita, ia benar-benar hendak menghancurkan tangan tuan muda keluarga He?

Hanya karena seorang wanita?

Mereka tidak mengerti apa arti Jiang Siya bagi Lu You.

Hidup kembali untuk kedua kalinya, jika ia bahkan tidak bisa melindungi wanitanya sendiri, maka hidup pun tak ada gunanya. Jangankan masuk penjara, bahkan jika harus ditembak mati pun ia tidak peduli.

Bagi seseorang yang pernah mati sekali, tidak ada lagi hal yang perlu ditakutkan di dunia ini.

Di bawah tatapan semua orang, Lu You perlahan mengambil pisau makan dari atas meja.

"Lu You, kamu berani?"

"Kuberitahu, jika hari ini kamu berani menggunakan pisau itu, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu."

"Lu You, jangan, sudahlah, biarkan berlalu," mohon Jiang Siya.

He Miao ditekan oleh Lu You dengan tatapan penuh teror di matanya, dan memohon, "Aku salah, aku akan berlutut dan meminta maaf kepadamu, aku benar-benar salah, kumohon!"

"Cepat tangkap dia!" Hu Haifeng membentak ke arah petugas keamanan.

Lu You mengangkat tinggi-tinggi pisau makan itu dan berteriak, "Jika kamu berani menyentuhnya, tinggalkan saja kedua tangan ini di sini!"

Pisau itu menusuk turun dengan deras, membuat banyak orang tidak berani melihat dan langsung memejamkan mata rapat-rapat!