Mata yang Menembus Kepalsuan
Atas penjelasan sabar dari Naiya, Xiye akhirnya memahami alasan mengapa begitu banyak orang berkumpul di sekitar sini.
Dipanggil, diberkati, dan dilindungi oleh Penguasa Cahaya Suci yang cantik—ternyata hal itu begitu membuat iri dan cemburu!
Memikirkan hal ini, hati Xiye tetap merasa sedikit melayang.
Namun, di permukaan ia tetap pura-pura memasang ekspresi tenang.
Pada saat ini, Uskup Agung Gereja Cahaya Suci dari Kota Kerajaan Alfa, Gide, melangkah maju dan menatap Xiye dengan sikap yang sangat hormat.
"Tuan Lord Xiye, entah apakah Penguasa Cahaya Suci yang agung secara khusus mengatakan sesuatu kepada Anda saat memanggil Anda?"
"Anda adalah?"
"Saya Gide, Uskup Agung Markas Besar Gereja Cahaya Suci di Kota Kerajaan Alfa. Merupakan suatu kehormatan besar hari ini bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri Tuan Lord Xiye dipanggil dan diberkati oleh manifestasi Cahaya Suci!"
Karena Xiye memiliki sistem permainan, tentu saja ia bisa langsung mengenali identitas pihak lain sekilas pandang.
Namun, demi menyembunyikan rahasia bahwa ia bisa melihat panel profil orang lain, Xiye tentu harus pura-pura tidak tahu dan bertanya sekali lagi.
Setelah sandiwara itu usai, Xiye baru berkata, "Oh, ternyata Uskup Gide. Penguasa Cahaya Suci yang agung memanggilku bukan sekadar ingin menemuiku, Beliau juga memberikan sebuah instruksi."
Begitu kata-kata ini diucapkan, Uskup Agung Gide seketika bergetar karena sangat bersemangat.
"Boleh saya tahu instruksi apa yang diberikan oleh manifestasi Cahaya Suci yang agung?"
Pertanyaan Uskup Agung Gide saat ini juga menjadi pertanyaan seluruh orang yang menonton di sekitar.
Tak terhitung pasang mata tertuju pada Xiye, berharap ia bisa memberikan penjelasan.
Inilah efek yang diinginkan oleh Xiye.
Setengah mati mencari cara yang bagus untuk memimpin penumpasan terhadap Ajaran Jubah Darah, Xiye memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik-baiknya.
"Penguasa Cahaya Suci berfirman bahwa Negara Alfa sedang menghadapi krisis kehancuran negara terbesar sejak berdirinya negara ini. Beliau berharap aku dapat memimpin pembersihan anggota Ajaran Jubah Darah di dalam wilayah Negara Alfa kali ini, demi membantu Negara Alfa melewati kesulitan ini."
"Beliau menganugerahiku sepasang Mata Cahaya Suci yang dapat menembus kepalsuan. Setiap anggota Ajaran Jubah Darah tidak akan bisa bersembunyi begitu berada di hadapanku!"
"Penguasa Cahaya Suci yang agung juga berfirman bahwa di antara para bangsawan dan keluarga kerajaan Negara Alfa, bersembunyi penganut dewa sesat yang telah membelot dan direkrut oleh Ajaran Jubah Darah. Beliau memintaku untuk menggunakan Mata Cahaya Suci yang dianugerahkan-Nya guna menembus kepalsuan dan menyeret para anggota Ajaran Jubah Darah yang bersembunyi di kalangan bangsawan serta keluarga kerajaan keluar!"
Rentetan kata-kata Xiye, terutama beberapa kalimat terakhir, bagaikan bom dahsyat yang menimbulkan kehebohan luar biasa di sekitar.
"Ada pengkhianat di antara keluarga kerajaan dan bangsawan yang memihak Ajaran Jubah Darah? Pantas saja Kota Kerajaan Alfa jelas-jelas sedang dalam keadaan darurat akhir-akhir ini, tetapi berbagai insiden mengerikan ulah penganut dewa sesat terus saja terjadi di dalam kota!"
"Kita harus menyeret para penganut dewa sesat dari Ajaran Jubah Darah itu keluar!"
Raja Negara Alfa awalnya berniat untuk mendekati dan menjalin hubungan baik dengan Xiye, tetapi opini publik yang ditimbulkan oleh ucapan Xiye justru membuatnya merasakan tekanan yang luar biasa besar.
"Tuan Lord Xiye, mungkinkah ada kesalahpahaman dalam hal ini? Bagaimana mungkin di dalam garis keturunan keluarga kerajaan dan para bangsawan kerajaanku terdapat penganut dewa sesat yang memuja Penguasa Jubah Darah?"
"Anda adalah?"
"Aku adalah Raja Negara Alfa saat ini!"
"Oh, ternyata Yang Mulia Raja. Meskipun ucapanku barusan terdengar agak menakutkan, semua ini adalah titah lisan yang disampaikan langsung kepadaku oleh manifestasi Cahaya Suci yang agung, benar-benar nyata. Jika Yang Mulia Raja benar-benar ingin menyelamatkan negeri ini, sebaiknya jangan menentang kehendak Penguasa Cahaya Suci. Segala hal yang terjadi di dunia fana dapat dilihat-Nya dengan sangat jelas dari surga!"
Perkataan Xiye membuat Raja Negara Alfa jatuh dalam keheningan sesaat.
Karena Xiye terus membawa-bawa nama Penguasa Cahaya Suci di setiap kalimatnya, bahkan seorang Raja Negara Alfa yang berstatus mulia pun takut jika tidak sengaja menyinggung manifestasi Cahaya Suci yang agung itu.
Uskup Agung Gide pada saat ini juga berdiri untuk membujuk Raja Negara Alfa agar bekerja sama dengan pekerjaan Xiye.
"Yang Mulia Raja, Tuan Lord Xiye adalah manusia fana pertama sepanjang masa yang tak terhitung ini yang mampu mendapatkan berkah dan perlindungan dari Penguasa Cahaya Suci. Jika ia berbohong dan menyampaikan wahyu ilahi yang keliru, ia juga akan dirasakan oleh Penguasa Cahaya Suci, sehingga mendatangkan hukuman ilahi."
???
Xiye merasa jantungnya berdetak kencang saat mendengar kalimat pertama yang diucapkan oleh Uskup Agung Gide.
Ia tadinya hanya ingin meminjam nama Penguasa Cahaya Suci agar bisa lebih leluasa bergerak di Kota Kerajaan Alfa.
Apakah Penguasa Cahaya Suci sekarang masih bisa menggunakan perlindungan yang diberikan padanya untuk mengamati setiap gerak-geriknya lebih jauh lagi?
Semoga Dewi yang cantik ini tidak marah!
Ia mengatakan hal tersebut semata-mata demi membasmi ancaman Ajaran Jubah Darah terhadap Negara Alfa dengan lebih baik!
Di tengah kekhawatiran Xiye bahwa Penguasa Cahaya Suci akan merasa kesal karena ia menggunakan nama-Nya untuk mencari kemudahan, Uskup Agung Gide terus melanjutkan pekerjaan menyadarkan Raja Negara Alfa.
"Tetapi, setelah Tuan Lord Xiye mengucapkan kata-kata tadi, sama sekali tidak ada hukuman ilahi yang turun. Ini membuktikan bahwa ia tidak berbohong dan setiap kata-katanya adalah kebenaran. Ini memang wahyu ilahi yang diturunkan oleh Penguasa Cahaya Suci yang agung demi menyelamatkan Negara Alfa!"
"Jika Yang Mulia Raja benar-benar ingin agar Negara Alfa segera memulihkan ketertiban seperti sediakala dan terhindar dari berbagai gangguan serta invasi Ajaran Jubah Darah, sebaiknya Anda bekerja sama dengan Tuan Lord Xiye. Ia adalah orang yang dipilih oleh Penguasa Cahaya Suci yang agung, yang berarti Penguasa Cahaya Suci sangat mempercayai kemampuannya!"
Atas bujukan Uskup Agung Gide, Raja Negara Alfa akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Xiye yang telah dipilih oleh Penguasa Cahaya Suci.
"Baiklah kalau begitu. Karena ini adalah wahyu ilahi yang diturunkan oleh Penguasa Cahaya Suci yang agung, maka Beliau pasti melakukannya demi menyelamatkan rakyat Negara Alfa dari malapetaka Ajaran Jubah Darah. Aku bersedia mempercayai Tuan Lord Xiye yang telah dipilih oleh-Nya!"
Berhasil merebut kendali berkat ide kilat yang muncul secara mendadak sesuai situasi di lapangan, Xiye bahkan mengagumi dirinya sendiri di dalam hati.
Setelah sekian lama berlalu, tidak terlihat adanya hukuman ilahi yang diturunkan oleh Penguasa Cahaya Suci kepadanya, ataupun ditarik kembali ke aula suci Cahaya Suci untuk dicerca karena tindakannya yang meminjam nama dewa sejati. Pikirnya, meskipun Penguasa Cahaya Suci mengetahui masalah ini, Beliau seharusnya membiarkannya secara diam-diam.
Bagaimanapun juga, tujuan dirinya dan Penguasa Cahaya Suci sama-sama untuk menyelamatkan Negara Alfa.
Untuk sementara waktu tidak memikirkan apakah Penguasa Cahaya Suci akan marah atau tidak, Xiye menoleh ke arah Raja Negara Alfa.
"Yang Mulia Raja, di antara orang-orang yang menonton di sekitar ini, siapakah yang merupakan keturunan keluarga kerajaan Negara Alfa dan para bangsawan yang menjaga kestabilan operasional kerajaan sehari-hari?"
"Mohon kumpulkan mereka semua di hadapanku, agar aku bisa menunjukkan Mata Cahaya Suci yang dianugerahkan oleh Penguasa Cahaya Suci di hadapan rakyat, serta menembus siapa di antara mereka yang merupakan anggota Ajaran Jubah Darah!"
Menghadapi permintaan yang diajukan oleh Xiye, Raja Negara Alfa pun mengerahkan wibawanya sebagai raja dengan memanggil garis keturunan keluarga kerajaan serta para bangsawan yang berada di sekitar ke hadapan Xiye.
Xiye juga langsung menggunakan sistem permianannya untuk memeriksa profil kelompok orang ini guna memastikan apakah mereka adalah anggota Ajaran Jubah Darah atau bukan.
Begitu bertatapan mata dengan Xiye, kelompok keluarga kerajaan dan bangsawan ini langsung bercucuran keringat dingin karena takut dinilai sebagai anggota Ajaran Jubah Darah oleh Xiye.
Beberapa saat kemudian, Xiye mengerutkan keningnya.
Begitu melihat Xiye mengerutkan kening, Raja Negara Alfa juga ikut merasa tegang.
"Tuan Lord Xiye, mungkinkah di antara mereka benar-benar terdapat penganut dewa sesat dari Ajaran Jubah Darah?"
"Tidak ada. Aura jahat pengikut Ajaran Jubah Darah sama sekali tidak terlihat pada diri mereka oleh Mata Cahaya Suci yang dianugerahkan kepadaku oleh Penguasa Cahaya Suci. Yang Mulia Raja, apakah garis keturunan keluarga kerajaan dan bangsawan Negara Alfa hanya sebanyak yang ada di lokasi ini saja?"
"Masih ada cukup banyak yang belum datang. Namun, bukankah anak bernama Farma itu datang bersamaku tadi? Kenapa tiba-tiba menghilang?"
Ucapan Raja Negara Alfa membuat tatapan mata Xiye tanpa sadar menjadi tajam.
Ia langsung menyapu pandangannya ke sekeliling pada semua orang.
Tak lama kemudian, ia menemukan Pangeran Farma yang disebutkan oleh Raja Negara Alfa.
[Pangeran Farma yang disamar oleh anggota Ajaran Jubah Darah]
[Ras: Umat Manusia]
[Level: Enam Belas]
Xiye mengarahkan jarinya ke arah sang pangeran palsu yang berniat menyelinap pergi secara diam-diam.
"Yang Mulia Raja, apakah Pangeran Farma yang Anda maksud adalah orang itu?"
Mengikuti arah yang ditunjuk oleh jari Xiye, Raja Negara Alfa menunjukkan ekspresi gembira: "Benar, itu anak itu! Farma, mau ke mana kau? Kemari dulu untuk menerima pemeriksaan dari Tuan Lord Xiye yang telah dipilih oleh Penguasa Cahaya Suci!"
"Yang Mulia Raja, Pangeran Farma itu disamar oleh seorang anggota Ajaran Jubah Darah! Para prajurit kota di sekitar, tangkap dia, jangan biarkan dia melarikan diri!"
Seiring dengan diucapkannya kata-kata Xiye, suasana di tempat kejadian seketika menjadi kacau.
Raja Negara Alfa terpana: "Bagaimana bisa? Pangeran kesayanganku disamar oleh anggota Ajaran Jubah Darah?"
Raja Negara Alfa untuk sesaat sempat tidak dapat menerima kenyataan tersebut, tetapi seiring dengan Pangeran Farma di hadapannya yang menolak penangkapan dari prajurit kota dan memancarkan aura darah mengerikan khas anggota Ajaran Jubah Darah yang aneh, barulah ia mengerti bahwa perkataan Xiye adalah benar.
"Lord kecil keparat! Beraninya merusak rencana besar Ajaran Jubah Darahku, akan kubunuh kau!"
Pangeran palsu yang identitasnya telah terbongkar itu menyerang Xiye dengan penuh amarah.
Namun, Xiye berdiri dengan tenang di tempatnya tanpa merasa khawatir sedikit pun akan terluka.
Tepat ketika pangeran palsu itu hampir mendekati Xiye, Naiya seketika muncul di hadapan Xiye.
Saat Naiya hendak melancarkan serangan, pangeran palsu itu tiba-tiba tersenyum aneh, mengeluarkan belati berwarna darah yang mengandung energi mengerikan dari tangannya, lalu berbalik dan menerkam ke arah Raja Negara Alfa.
"Tujuan atamaku sebenarnya adalah untuk membunuh Raja Negara Alfa, kalian semua telah tertipu, hahaha!"
"Awalnya aku khawatir identitasu akan terbongkar dan aku tidak bisa melarikan diri dengan selamat, jadi aku memilih untuk mundur sementara..."
"Karena kalian memaksaku, maka meskipun aku harus mati, aku akan tetap menyelesaikan misi pembunuhan ini! Matilah, Raja Negara Alfa!"
Xiye merasa sedikit terkejut; tujuan sebenarnya dari pangeran palsu ini bukanlah membunuh dirinya, melainkan membunuh Raja Negara Alfa yang berada tidak jauh darinya.
"Gawat! Lindungi Baginda, lindungi Yang Mulia Raja!"
Para prajurit kota di sekitar sangat ketakutan; jika Raja Negara Alfa sampai tewas mengenaskan di sini, mereka takut harus ikut menanggung hukuman mati bersama.
Xiye melihat bahwa para prajurit kota tersebut berada terlalu jauh dan sama sekali tidak sempat melindungi Raja Negara Alfa, maka ia pun segera mengambil keputusan.
"Shabusi!"
"Baik, Tuan!"
Akhirnya tiba kesempatan baginya untuk beraksi, Shabusi tersenyum tipis dan dalam sekejap mata telah muncul di hadapan Raja Negara Alfa.
Ia mendaratkan satu tangan di kepala pangeran palsu tersebut, dan sebuah bola bayangan langsung membuat pangeran palsu level tujuh belas itu tewas seketika di tempat.
Seiring dengan kegagalan pembunuhan dan kematian pangeran palsu tersebut, wajah penyamaran sebagai pangeran itu pun memudar, menampakkan wajah aslinya.
Pada saat ini, semua orang di lokasi kejadian dapat melihat bahwa pangeran Farma yang menjadi gila dan bergabung dengan Ajaran Jubah Darah bukanlah Pangeran Farma yang asli, melainkan seorang penipu.
Dan Pangeran Farma yang asli, tampaknya sudah lama jatuh ke tangan kejam Ajaran Jubah Darah dan tidak lagi berada di dunia ini.
Setelah melewati cobaan dari gerbang maut, Raja Negara Alfa yang masih diliputi rasa terkejut mengelus dadanya pelan untuk menenangkan emosinya yang menegang secara berlebihan.
Begitu emosinya mulai stabil, ia pun mendatangi sisi Xiye untuk menyatakan rasa terima kasihnya.
"Tuan Lord Xiye, terima kasih telah menyelamatkan nyawaku. Kebaikan ini pasti akan selalu kuingat di dalam hati."
Mendengar hal itu, Xiye justru tersenyum: "Yang Mulia Raja terlalu sungkan, orang yang benar-benar menyelamatkan Anda bukanlah aku, melainkan Penguasa Cahaya Suci yang agung yang telah menganugerahkan sepasang Mata Cahaya Suci penembus kepalsuan ini kepadaku!"
Raja Negara Alfa tertegun sejenak, namun tak lama kemudian ia balas tersenyum.
"Apa yang dikatakan Tuan Lord Xiye benar. Aku tidak hanya harus berterima kasih kepada Anda, tetapi terlebih lagi kepada Penguasa Cahaya Suci yang agung. Semoga cahaya suci senantiasa menyinari Negara Alfa!"
Pada saat yang bersamaan, sistem permainan Xiye juga memunculkan pemberitahuan baru.
[Selamat kepada pemain karena telah menyelesaikan Misi Alur Cerita Utama Negara Alfa: Masuk Pertama Kali ke Kota Kerajaan Alfa!]