Haiming Mengorbankan Roh Perang yang Terbagi—Duka Adik Ipar Meraih Hati Kakak Ipar

Crônica dos Espíritos de Guerra e da Chuva Sangrenta Atordoado 2314kata 2026-08-03 06:13:01

Kala Liu Jinfeng mendengar perkataan Shen Fangjun, dia tidak kuasa tersenyum dan berkata, "Xiaoyu, Shen Fangjun ini benar-benar bodoh. Dia tidak berpikir panjang, pria yang hari ini bisa membunuh orang lain demi dirinya, kelak jika pria itu berpaling, sangat mungkin akan membunuh dirinya demi orang lain. Hidup di dunia ini, di mana pun harus memiliki prinsip, maka harus ditegakkan. Dia bahkan tidak mengerti prinsip sesederhana ini!"

Setelah mendengarnya, Bai Xiaoyu melirik sekilas ke arah Liu Jinfeng sambil membatin, "Wanita ini berpikiran sangat luas dan menjunjung tinggi kebenaran, dia bisa menjadi sebuah ancaman bagiku."

Sementara itu, Liu Haiming dan Shen Fangjun merasa jauh lebih lega di dalam hati usai mendengar apa yang diucapkan oleh Shen Fangjun. Liu Haiming lantas mengeluarkan roh perang yang disegel di dalam botol rahasia, lalu mengubahnya menjadi dua sosok kerangka berwarna hitam. Pada akhirnya, keduanya membiarkan kerangka hitam tersebut menyatu ke dalam tubuh masing-masing. Begitu menyaksikannya, mata Liu Jinfeng langsung membelalak lebar. "Xiaoyu, melebur dengan tulang kering, bukankah itu Teknik Cabut Tulang yang telah lama dilarang di dunia persilatan?"

Karena terlalu bersemangat, Liu Jinfeng gagal menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik, hingga tanpa diduga, hal itu terdeteksi oleh Liu Haiming dan Shen Fangjun. Pada saat itu, sangat mudah bagi Bai Xiaoyu untuk membawa pergi Liu Jinfeng. Namun, ia tahu jika ia melakukannya sekarang, tindakan tersebut pasti akan menarik perhatian Liu Haiming dan Shen Fangjun. Ketika Liu Jinfeng berhadapan dengan kedua orang itu kelak, ia pasti akan selalu waspada, sehingga cepat atau lambat akan menunjukkan celah di hadapan mereka. Jika itu benar-benar terjadi, mengingat gaya bertindak kedua orang tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan mencelakai Liu Jinfeng. Oleh karena itu, Bai Xiaoyu seketika muncul di hadapan mereka berdua.

"Kau!" seru Shen Fangjun.

"Di mana Liu Yuzhi?" tanya Liu Haiming.

"Dia tidak datang, hanya aku sendiri," jawab Bai Xiaoyu.

Shen Fangjun lantas berkata, "Nona Bai membuntuti kami berdua, adakah petunjuk yang ingin diberikan?"

Bai Xiaoyu tidak memandangnya, melainkan langsung berkata, "Katakan! Mengenai dirimu dan Yuzhi!"

Mendengar itu, Shen Fangjun seketika mencemooh, "Sudah kuduga! Sebagai suci dari Sekte Teratai Abadi yang bermartabat, bagaimana mungkin membuntuti orang-orang bukan siapa-siapa seperti kami. Ternyata, semua ini demi sepupuku Yuzhi! Seperti yang telah kaudengar, aku pernah menjadi tunangannya selama beberapa hari."

Usai mendengar ucapannya, Bai Xiaoyu berbalik dan melangkah pergi. Namun, Shen Fangjun yang melihatnya justru tidak mau melepaskannya begitu saja dan berkata dengan nada sinis, "Nona Bai, aku tahu kau merendahkanku dan menganggapku sebagai wanita murahan. Tentu saja, perasaanmu itu tidak salah. Tanpa perlu disembunyikan darimu, aku juga sering tidur di ranjang yang sama dengan Haiming."

"Aku sama sekali tidak tertarik dengan urusan Benteng Keluarga Liu kalian!" ucap Bai Xiaoyu.

"Kalau begitu, mari kita bicarakan tentang Yuzhi!" lanjut Shen Fangjun. "Kau juga tahu bahwa aku wanita genit, jadi sewaktu aku pergi menemui Yuzhi dulu, tentu saja aku tidur bersamanya. Hanya saja, Yuzhi saat itu terlalu kaku, butuh banyak usaha dariku membuatnya mengerti arti kemesraan."

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, leher Shen Fangjun tiba-tiba dicengkeram erat oleh seseorang. Liu Haiming hendak maju untuk membantu, tetapi sebuah pedang tajam mendadak melintang di sampingnya. Ketika keduanya memperhatikan dengan seksama, tampak dua wanita tambahan di tempat itu. Kedua wanita tersebut mengenakan pakaian putih bersih, mengenakan penutup wajah, memancarkan hawa dingin berwarna putih dari tubuh mereka, seraya memegang pedang panjang di tangan masing-masing.

Shen Fangjun tergolong orang yang berpengetahuan luas sehingga berhasil mengenali jurus lawannya. Meski lehernya sedang mencekat, ia tetap berkata, "Layaknya seorang suci dari Sekte Teratai Abad, manifestasi niat membunuh ini sepertinya memang dirancang khusus untuk menaklukkan Teknik Cabut Tulang!"

"Apakah yang baru saja kaukatakan itu benar?" tanya Bai Xiaoyu tanpa menoleh, tetap membelakangi mereka.

"Siapa yang tahu? Bisa jadi setiap kata itu benar, atau mungkin hanya sebagian."

Mendengar jawaban itu, Bai Xiaoyu langsung bertanya, "Bagian mana yang benar? Jangan coba-coba membohongiku, niat membunuh ini bisa merasakan detak jantungmu dengan jelas."

Shen Fangjun mengatupkan giginya rapat-rapat lalu berkata, "Kupastikan bahwa aku tidur dengan Haiming adalah kebohongan, tetapi aku benar-benar pernah tidur dengan Liu Yuzhi!"

Seketika setelah kalimat itu terlontar, sosok yang terbentuk dari niat membunuh itu langsung buyar. Bai Xiaoyu tetap tidak menoleh dan terus melangkah maju. Liu Haiming mencoba melancarkan serangan diam-diam dari belakang, namun langsung dekap erat oleh Shen Fangjun. "Jangan mencari mati!"

Setelah Bai Xiaoyu pergi, ia diam-diam memanfaatkan kekuatan spasial untuk membawa serta Liu Jinfeng. Shen Fangjun dan Liu Haiming sama sekali tidak menyadarinya. Shen Fangjun lantas berkata, "Haiming, kau benar-benar tidak tahu cara memperlakukan wanita dengan lembut. Kau bahkan tega menyerang wanita secantik Bai Xiaoyu!"

"Itu semua kulakukan karena aku terlalu mencintaimu!"

Shen Fangjun tertawa mengejek. "Berhenti merayuku, aku sudah sangat mengenalmu. Yang ada dipikiranmu saat ini adalah: jika kau tidak bisa memilikinya, lebih baik menghancurkannya sekalian!"

"Bukankah kau sendiri juga ingin menghancurkan Liu Yuzhi? Kau juga tidak bisa memilikinya."

Shen Fangjun menatap tajam ke arah Liu Haiming. "Jubah Malam Gelap adalah ilmu pusaka rahasia dari keluargamu. Demi memastikan benda itu tidak jatuh ke tangan orang luar, aturan di Benteng Keluarga Liu sangatlah ketat. Bahkan orang yang menikah ke dalam Keluarga Liu dilarang keras menyentuh roh perang ini dengan cara apa pun. Dan bagi wanita Benteng Keluarga Liu yang berhasil membangkitkan roh perang semacam ini, pihak benteng akan merenggutnya secara paksa saat kebangkitan itu terjadi. Oleh karena itu, kau bersedia membagikan Jubah Malam Gelap ini kepadaku, bahkan mengubah roh perang ini menjadi tipe kebangkitan bawaan melalui metode penjepitan tulang. Hal itu sungguh membuatku sangat terharu."

Liu Haiming mendengus dingin. "Baru saja kau bilang kau juga pernah terharu oleh Liu Yuzhi."

"Benar! Tapi saat itu usiaku masih muda, tentu tidak sama dengan sekarang. Haiming, aku telah jatuh cinta padamu. Namun, hal ini mungkin bukan pertanda baik bagimu."

"Kenapa?"

Shen Fangjun mendekat ke telinga Liu Haiming dan berbisik, "Haiming, tahukah kau apa yang sedang berkecamuk di dalam benakku sekarang? Aku ingin membunuhmu dan mengubahmu menjadi sesosok mayat kering. Dengan begitu, aku bisa terus membawamu di sisiku setiap saat."

Bulu kuduk Liu Haiming meremang seketika. Berbeda dengan kakaknya, ia sangat mengenal tabiat Shen Fangjun. Sewaktu Shen Fangjun pertama kali dinikahkan dengan Liu Haitian, wanita itu telah berulang kali meracuni suaminya. Mulanya, Liu Haiming mengira Shen Fangjun sangat membenci Liu Haitian, sehingga ia sempat meminta bantuan Shen Fangjun untuk menyingkirkan kakaknya itu. Namun siapa sangka, alasan di balik tindakan meracuni tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebencian, melainkan sekadar untuk memuaskan hasrat kepemilikan wanita itu yang sudah berada di tingkat patologis. Hari itu, ketika Shen Fangjun merasa tidak puas terhadap Liu Haitian, ia langsung berniat membunuh pria tersebut. Liu Haiming tentu saja harus menyelamatkan diri, dan dalam proses pelarian itu, tanpa sengaja mereka mendapati kenyataan bahwa Liu Haitian diam-diam pergi mengunjungi rumah bordil. Hati Shen Fangjun bagai diiris sembilan, seketika itu juga berniat mendatangi Liu Haitian untuk meminta penjelasan. Si sangka, Liu Haiming justru mati-matian mendekap dan menahannya. Shen Fangjun yang hanya dikuasai niat mencari penjelasan tidak memperdulikan apa pun lagi; ia langsung menancapkan giginya ke bahu Liu Haiming hingga gigitannya menembus daging sampai kelihatan tulangnya. Setelah insiden itu, emosi Shen Fangjun baru sedikit mereda, dan Liu Haiming buru-buru membawanya pergi menjauh.

"Ipar, percuma saja kau melabraknya dan melampiaskan amarahmu sekarang," bujuk Liu Haiming saat itu. "Liu Haitian sangat disayangi oleh sang kakek buyut. Jika masalah ini dibesar-besarkan, paling-paling kau hanya akan diberi sedikit uang pesangon, lalu dikirimi surat cerai untuk dipulangkan ke rumah keluargamu. Pada akhirnya, kau akan menjadi bahan gunjingan orang-orang di kampung halamanmu, sementara dia tetap bisa bersenang-senang di luar sana."

Shen Fangjun tertawa sinis. "Aku baru saja berniat membunuhmu, kenapa kau malah begitu baik memberiku nasihat?"

Liu Haiming menjawab, "Jangan salah paham, aku hanya merasa kebencianku padanya jauh lebih besar daripada kebencianku padamu."

Justru pada detik itulah, tatapan mata Shen Fangjun kepada Liu Haiming berubah untuk selamanya.