Semoga setiap pembaca dapat melihatnya
Hari ini, hasil sayembara penulisan telah diumumkan.
Sayembara itu adalah acara khusus dunia fiksi kedua Qidian, yaitu Kontes Novel Satu Kaisar Empat Raja. Sebelumnya pernah kukatakan, demi ikut meramaikan kompetisi ini, aku menulis novel bergenre *gender-bender*, jika tidak, aku pasti menulis kisah yuri murni.
Lalu hari ini... aku masuk nominasi dalam kompetisi ini.
Aku mendapatkan tiket masuk ke kompetisi ini, yaitu posisi sebagai salah satu dari enam belas pendatang baru terbaik.
Ini adalah pertama kalinya aku datang ke Qidian, dan pertama kalinya juga aku menulis untuk pembaca pria. Dalam hal ini, aku bisa dianggap sebagai seorang pemula.
Mendapatkan peringkat ini membuatku sangat berterima kasih kepada editor-ku, yaitu Xiao Yuanjiang. Dulu ketika aku memanggilnya Kak Yuan, dia sempat membalasku:
Tolong panggil aku gadis manis yang kurus dan langsing.
Tentu saja, terkadang saat aku mencarinya, aku malah salah mengetik namanya menjadi Shou Yuan yang kecil. Sungguh, terima kasih banyak kepadanya.
Lalu, terima kasih kepada kalian semua.
Setiap pembaca yang budiman.
Awalnya jumlah suara tidak begitu tinggi, dan pembaca yang membaca saat itu juga tidak banyak, semuanya terkumpul sedikit demi sedikit. Sebenarnya, menyebutkan nama-nama kalian di saat seperti ini akan terasa terlalu sentimental, jadi aku tidak akan menyebutkan namanya satu per satu.
Sejak awal, ada seseorang yang melangkah membersamaiku, dan hingga kini, dia masih terus memberikan suaranya untukku.
Banyak orang, setiap kali merasa bosan di waktu luang, aku selalu membuka Asisten Penulis untuk melihat siapa saja yang telah memberikan suara. Nama panggilan dari banyak orang telah kulihat berkali-kali hingga aku merasa familiar, dan kemudian merasa sangat terhormat.
Aku merasa bahagia ketika hari ini mereka memberikan suaranya, namun juga merasa cemas di hari berikutnya ketika sepertinya mereka tidak memberikan suara lagi.
Lalu perjalanan ini berlanjut, hingga perlahan-lahan novel ini masuk masa publikasi berbayar.
Sebelum masuk masa itu, aku sempat berkata sangat ingin masuk ke daftar Sanjiang, tetapi karena waktu peluncuran buku yang kurang tepat serta banyaknya para penulis senior di periode yang sama denganku... yah, aku gagal bertahan untuk naik ke sana.
Setelah masuk masa publikasi, data mulai merosot. Rasanya agak menyedihkan, tetapi berkat langganan otomatis dari kalian semua! Aku berhasil bertahan! Ada 104 orang yang mengaktifkan langganan otomatis untukku!
Setiap kali satu bab diperbarui, dalam sekejap mata aku bisa melihat 104 orang telah berlangganan!
Aku sangat, sangat bahagia (*╹▽╹*).
Di larut malam yang sunyi ini, dengan perasaan yang sangat, sangat bersemangat, aku menulis catatan ini. Demi ini, bahkan aku tidak sempat berkumpul di grup obrolan.
Sebenarnya setelah mengatakan begitu banyak hal, aku sendiri tidak tahu apa yang ingin kusampaikan. Intinya adalah...
Aku sangat bahagia, dan aku ingin membagikan kebahagiaan ini bersama kalian semua.
Penulis favorit yang kalian ikuti (ya, itu aku) akhirnya meraih sedikit, sedikit sekali prestasi.
Rasanya kerja keras kalian memberikan tiket rekomendasi tidak menjadi sia-sia!! Ya ampun!
Sekian adalah versi normal dari catatan terima kasih penulis.
Berikutnya adalah isi hati yang sesungguhnya:
Sejujurnya, sebelum ini—tidak, harusnya ditarik ke masa paling awal—alasan aku datang ke Qidian untuk menulis buku adalah karena melihat sayembara penulisan ini.
Ya, artinya, aku datang ke Qidian untuk menulis semata-mata ingin mengikuti sayembara ini. Paling awal, tujuanku saat aku masih penulis amatiran dan belum memiliki data apa pun, impianku hanyalah menjadi pendatang baru terbaik.
Kemudian prestasinya perlahan-lahan membaik, dan aku mulai terlena berkat berbagai... yah, dorongan semangat dari teman-teman penulis sekalian, hingga aku merasa mampu masuk ke Sanjiang, namun gagal, dan itu membuatku sangat kecewa.
Lalu novel diterbitkan secara resmi, prestasinya cukup bagus, aku sempat merasa hebat selama 3 detik, sebelum akhirnya dibuat ketakutan oleh jumlah langganan tetap.
Grafiknya naik turun bagaikan roller coaster dan tidak pernah merangkak naik.
Aku merasa diriku benar-benar penulis rendahan, sama sekali tidak menyangka bisa meraih penghargaan pendatang baru ini.
Meskipun tampaknya penghargaan ini tidak terlalu luar biasa, tetapi bagiku, ini adalah sebuah pengakuan yang sangat, sangat, sangat besar. Aku sudah menjadi penulis gagal yang menyembunyikan identitas selama hampir setahun.
Rasanya aku hampir merasa tidak cocok lagi dengan dunia novel daring. Adalah Qidian, adalah buku ini, dan adalah para pembaca yang telah memberiku keyakinan.
Sore tadi Asisten Penulis memberikan kabar, teman-teman memberi selamat kepadaku, dan di luar aku menjawab: Haha, sama-sama, bukan apa-apa... hanya kebetulan saja.
Tetapi aku...!! Sangat bahagia!! Bahagia sekali!! Kebahagiaanku bahkan hampir meluap dari layar ponsel.
Di tempat yang tidak bisa kalian lihat, aku tertawa sendirian selama waktu yang sangat, sangat lama. Sepanjang sore aku terus tersenyum hingga teman sekamar bertanya mengapa aku tertawa tanpa alasan, lalu aku terbatuk dan berkata: Aku memenangkan penghargaan.
Terima kasih kepada para pembaca.
Mengucapkan terima kasih terus-menerus rasanya terlalu hambar.
Namun aku tetap ingin mengucapkannya.
Terima kasih Pembaca 1, terima kasih Pembaca 2, terima kasih Pembaca 3. Jika saja nama-nama kalian tidak terlalu banyak untuk dituliskan, aku sungguh ingin membuka Asisten Penulis, melihat daftar penggemar, dan mengucapkan terima kasih atas langganan kalian satu per satu.
Membela diriku di kolom komentar, memberiku hadiah, memberikan suara untukku, mendukungku, dan berlangganan karyaku.
Kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya.
Segala sesuatu yang telah kalian lakukan untukku, sungguh...
Terlalu banyak!
Hari Anak 1 Juni sudah dekat, rasanya kebahagiaan membuatku merasa seperti anak berbobot seratus kilogram.
Bahkan sekarang, pukul 12.39 malam, waktu di mana aku bisa mati mendadak jika tidak tidur, aku masih mengetik catatan yang tidak karuan ini dengan perasaan yang sangat gembira.
Ah, aku tidak pandai membuat kalimat yang menyentuh.
Sama sekali tidak bisa menyentuh perasaan.
Aku mencintai kalian!
——
Ngomong-ngomong, aku selalu merasa para pembaraku adalah makhluk-makhluk yang sangat imut.
Jadi aku mencintai kalian, kecupan sayang, dan kata-kata manis lainnya kuucapkan begitu saja.
(*╹▽╹*) Kalimat penutup dari catatan ini.
Semula aku ingin meminta langganan otomatis, tapi setelah dipikir-pikir, lupakan saja.
Aku hanya akan meninggalkan satu kalimat ini:
Terima kasih kepada setiap pembaca yang telah bersedia mendengarkanku menceritakan kisah-kisah cinta yang panjang dan sederhana ini.