Seratus Lima Puluh Tujuh: Aksi Berkelas Raja
Lu Xiaoyao terhuyung mendengar pemandangan itu.
Demi bayaran yang lumayan, ia bersikap sangat profesional dan mengerahkan segala cara untuk merayu sang kaisar.
Namun, raut wajah sang kaisar sama sekali tidak berubah.
Apakah semua persiapan yang dilakukannya ini hanya untuk menjadi penonton pasangan yang sedang pamer kemesraan?
Namun, Lu Xiaoyao bukanlah orang yang mudah menyerah. Meskipun saat ini ia merasa sangat dipermalukan dan sempat meragukan pesonanya sendiri, ia dengan cepat menguasai diri dan menyelesaikan sisa tariannya dengan sempurna.
Menteri Pertahanan terus mengamati reaksi Gu Mu, tetapi Gu Mu tampak biasa saja.
"Bagaimana mungkin?" Wajah Menteri Pertahanan sedikit berubah, menyiratkan kebingungan yang mendalam. Kecantikan Lu Xiaoyao yang bisa disetarakan dengan permaisuri adalah sesuatu yang sangat langka di dunia ini. Bahkan jika Yang Mulia adalah pria yang setia, bagaimana mungkin ia tidak bergeming sedikit pun setelah melihat wanita secantik itu dan pertunjukan yang begitu luar biasa?
Tetapi ia tidak tahu bahwa ini bukan pertama kalinya Gu Mu melihat Lu Xiaoyao.
Ia pernah melihat sisi Lu Xiaoyao yang paling buruk dan memalukan, jadi bagaimana mungkin ia bisa terpikat?
Ini ibarat seorang pelayan wanita yang kasar tiba-tiba mengenakan pakaian anggun dan berpose genit di depannya, atau seorang pelawak yang tiba-tiba berbicara dengan sangat sopan—itu hanya akan membuatnya merasa ingin tertawa.
Menteri Pertahanan memang berniat menjadikan Lu Xiaoyao sebagai selir Gu Mu, tetapi ia hanyalah seorang pejabat bawahan, sehingga niat itu hanya bisa dipendam di dalam hatinya.
Namun pada saat ini,
ketika Lu Xiaoyao bersiap untuk meninggalkan panggung,
Shen Ling tiba-tiba menjerit kaget, menunjuk ke meja makan di hadapan mereka, lalu bertanya dengan wajah pucat, "Apa ini?"
Jeritan Shen Ling menarik perhatian semua orang. Mereka serempak menoleh ke arah yang ditunjuk. Sekilas tidak ada yang aneh, tetapi setelah diamati lebih dekat, buah-buahan di hadapan mereka ternyata telah terciprat cairan berwarna hijau muda.
Karena warnanya menyatu dengan buah yang hijau, cairan itu sulit disadari jika tidak dilihat dengan cermat.
"Ini... apakah seseorang meracuni makanan?" Shen Ling mendongak dengan ekspresi panik, menatap Gu Mu, bibirnya bergetar seolah-olah diliputi ketakutan yang hebat.
Gu Mu menyaksikan kemampuan akting Shen Ling yang pantas memenangkan penghargaan tingkat tinggi.
Ia sangat mengenal Shen Ling. Wanita itu adalah sosok berdarah dingin yang bisa membunuh tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun.
Terlebih lagi, tidak ada seorang pun yang lebih paham tentang racun selain dirinya.
Hanya karena cairan hijau di depannya ini, ia bisa ketakutan separah itu?
Semua itu hanya sandiwara!
Karena mengenalnya dengan baik, Gu Mu langsung bisa menebak akting tingkat tinggi Shen Ling.
Lalu apa yang bisa ia perbuat selain meladeni dan berusaha sebaik mungkin untuk mengimbangi sandiwaranya?
"Siapa yang melakukan ini?" tanya Gu Mu dengan kening berkerut dan suara berat.
Taktik Shen Ling ini sungguh luar biasa. Jelas-jelas ia sendiri yang menaruh racun itu, tetapi ia berhasil melemparkan kesalahan tersebut ke pundak Menteri Pertahanan.
Dengan begitu, Gu Mu bisa memanfaatkan situasi ini untuk menyingkirkan pion dari pejabat tinggi tersebut.
"Yang Mulia, saat selir memakannya tadi, semuanya masih baik-baik saja. Racun ini baru saja muncul. Beruntung mata selir jeli..." ucap Shen Ling, memperlihatkan raut wajah ketakutan yang masih tersisa.
"Yang Mulia, dengan kata lain, penarilah pelakunya! Hanya penari itu yang tadi mendekati meja Yang Mulia," seru seorang pejabat yang sudah lama tidak menyukai Menteri Pertahanan.
"Kau berbicara sembarangan!" Urat-urat di pelipis Menteri Pertahanan menonjol keluar. Ia tidak mungkin melakukan tindakan ceroboh seperti itu. Rencana awal mereka hanyalah menyuruh Lu Xiaoyao mendekati kaisar, lalu menyusun strategi lanjutan secara perlahan sesuai situasi.
Oleh karena itu, tanpa perintahnya, bagaimana mungkin Lu Xiaoyao berani meracuni kaisar? Wanita itu tidak punya alasan untuk melakukannya...
Tunggu dulu... Menteri Pertahanan tiba-tiba teringat bahwa mereka bahkan tidak mengetahui latar belakang asli Lu Xiaoyao. Lantas, bagaimana ia bisa memastikan bahwa wanita itu tidak memiliki motif tersembunyi?
Belum tentu wanita itu adalah pion yang bisa patuh begitu saja.
Memikirkan hal itu, Menteri Pertahanan menatap Lu Xiaoyao dengan penuh kecurigaan dan tatapan membunuh. "Yang Mulia, hamba memohon agar masalah ini diselidiki secara saksama. Jika benar ia yang meracuni, maka kejahatannya pantas diganjar hukuman mati! Tetapi jika tidak, hamba mohon orang yang tadi memfitnah hamba agar menyampaikan permintaan maaf!"
"Aku hanya menyampaikan kecurigaan yang wajar, kenapa kau begitu emosional?" sindir pejabat yang tadi mencurigainya dengan nada menyebalkan.
...
Untuk sesaat, aula istana menjadi riuh bagaikan pasar.
Bisa dikatakan, terlepas dari status, kedudukan, atau usia seseorang, ketika mereka mulai bersikap serius, perilaku mereka bisa sama kekanak-kanakannya dengan seorang anak kecil.
Gu Mu bertukar pandang dengan Shen Ling, lalu mereka tersenyum penuh arti.
Sementara itu, Shen Ling masih terus berpura-pura ketakutan. Di permukaan ia tampak seperti pemain amatir, tetapi sesungguhnya ia adalah seorang ahli sejati.
Hanya saat beradu pandang dengan Gu Mu saja, secercah kilatan rasa bangga terpancar dari matanya.
Gadis-gadis dalam kisah-kisah percintaan benar-benar sosok yang mengerikan.
"Karena kita harus menyelidiki masalah ini secara tuntas, sepupu Menteri Pertahanan juga menjadi pihak utama yang dicurigai. Tahan dia terlebih dahulu, lalu selidiki latar belakang keluarganya secara mendetail, dengan siapa saja ia bergaul akhir-akhir ini, dan cari tahu apakah ia memiliki motif." Usai berkata demikian, Gu Mu menatap Menteri Pertahanan dengan senyuman penuh makna.
Wajah Menteri Pertahanan langsung memucat.
Ia memang telah melakukan beberapa persiapan saat menyamar Lu Xiaoyao sebagai sepupunya untuk menggoda Yang Mulia.
Bahkan jika diselidiki sekalipun, hasil penyelidikan akan tetap menunjukkan bahwa Lu Xiaoyao adalah sepupunya dari desa.
Namun, semua itu berlaku dengan asumsi bahwa Lu Xiaoyao tidak berniat mencelakai kaisar.
Begitu tuduhan pembunuhan terhadap raja dijatuhkan, penyelidikan yang dilakukan tidak akan sesederhana itu lagi.
Persiapan yang telah dilakukan oleh Menteri Pertahanan sebelumnya akan runtuh seketika bagaikan dinding dari kertas yang mudah robek.
Ia terduduk lemas di kursinya dengan wajah sepucat mayat.
Sekarang, apakah racun itu benar-benar ditaruh oleh Lu Xiaoyao atau tidak sudah tidak penting lagi. Bahkan jika bukan Lu Xiaoyao pelakunya, dalang di balik layar pasti akan memanfaatkan situasi ini untuk memastikan fitnah itu melekat kuat pada dirinya.
Dan kaisar pasti akan menemukan fakta bahwa Lu Xiaoyao bukanlah sepupunya. Pada saat itu, ia tidak akan bisa membela diri lagi.
Terlebih lagi, ia memang berniat membunuh sang kaisar sejak awal. Jika kaisar berniat menyelidikinya, celah-celah kesalahannya pasti akan ditemukan.
Oleh karena itu, meskipun racun tersebut bukan perbuatan Lu Xiaoyao, kebohongannya tentang identitas Lu Xiaoyao yang mengaku sebagai sepupunya sudah lebih dari cukup untuk membuat kepalanya terpenggal.
...
Lu Xiaoyao digiring pergi dan dijebloskan ke dalam tahanan.
Sebelum pergi, ia tidak melupakan tugasnya dan menoleh sekali lagi untuk menatap Gu Mu dalam-dalam.
Di dalam matanya terpancar keputusaan dan rasa bersalah yang dibuat-buat.
"Kaisar ini terasa begitu akrab, sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat..." gumam Lu Xiaoyao dalam hati.
Tiba-tiba, sesosok wajah bertopeng terlintas di benaknya.
Begitu bayangan wajah itu muncul, hati Lu Xiaoyao terasa nyeri.
Entah mengapa, wajah bertopeng itu terus berkelebat di benaknya dan sulit dihilangkan.
Mungkinkah ia sedang mabuk kepayang karena jatuh cinta?
Tetapi bagaimana mungkin, padahal ia bahkan belum pernah melihat wajah pria itu.
Atau mungkin... semakin misterius seseorang, semakin besar pula daya pikatnya di hati orang lain?
"Tetapi aku hanya tahu bahwa dia adalah seorang tabib. Begitu dia menghilang dari sisiku, di dunia yang sebesar ini, aku tidak tahu harus mencarinya ke mana..."
Lu Xiaoyao menatap mata sang kaisar yang sangat mirip dengan mata sang tabib, menghela napas panjang, lalu membiarkan para pengawal membawanya ke dalam sel tahanan.
"Yang Mulia, Anda harus menyelidiki masalah ini secara tuntas... Jika tidak, setiap kali memikirkan seseorang yang berniat mencelakai Yang Mulia namun identitasnya masih misterius, hamba tidak akan bisa makan maupun tidur dengan tenang," ucap Shen Ling sambil menyeka air matanya dengan nada lembut dan manja.
Di saat yang sama, ia melirik wajah pucat Menteri Pertahanan, sementara seulas senyum kemenangan tersungging di balik sapu tangan yang menutupi bibirnya.